Drawing Of Love [Part 1]

dol

Tittle : Drawing of love

Author : Park Niyeon (Nissella)

Genre : Romance, sad, Friendship

Lengh : Series

Cast :

  • Xie Luhan
  • Park Jiyeon
  • Park Jinyoung/JR JJ Project
  • Jung Soojung/Krystal

Happy Reading and Hope you like this Story ^^

RCLnya please 😉

Menggambar adalah sesuatu yang menyenangkan dan bisa membuat fikiran kita tenang, apalagi jika kita menggambar sesuatu yang berharga ataupun bisa jadi seseorang yang berharga. Tapi bagaimana jika kita harus menggambarkan sebuah kata cinta? Sepertinya kata simple penuh makna itu sangat susah untuk di gambarkan dalam sebuah kertas menggunakan kanvas, tinta dan sebagainya. Kata itu hanya bisa di gambarkan oleh hati dan perasaan kita.

Tangannya begitu terampil dalam melukis, matanya yang tajam dan indah begitu focus menatap kearah objek lukisannya dan juga Lukisan yang tengah di kerjakannya. Perlahan namun pasti ia memoles warna-warna alami nan indah di lukisannya itu mengikuti warna-warna yang ada di objek yang tengah di lukisnya.

“ah.. apakah sudah selesai?” ucap seorang yeoja yang tadi di jadikan objek oleh pelukis itu. Pelukis tersebut mengangguk.

Yeoja itu kemudian melangkah menuju pelukis tersebut dengan senyuman yang mengembang dan terlihat cantik di wajahnya yang begitu sangat cantik

“bagaimana? Kau suka?” Tanya pelukis tersebut, sembari tersenyum manis pada yeoja yang sekarang ini tengah berada disampingnya memandang kearah lukisan itu.

“aigoo, ini sangat bagus Luhan-ah… kau memang berbakat.” Ucap gadis itu sembari tersenyum lagi-lagi dengan sangat manis dan cantik

“jinja Soojung-ah?”  Tanya Luhan antusias, namja ini merasa senang karena mendapat pujian dari gadis di sampingnya itu.

Soojung mengangguk antusias “mm.. boleh tidak aku membawanya?”

“keureom, inikan lukisanmu sendiri.” Tanggap Luhan, keduanya kemudian tertawa bersama

Hari itu adalah pertama kalinya bagi Luhan melukis-lukisan Soojung, yeoja yang selama ini selalu ada di hatinya. Yeoja yang selalu ada di mimpinya dan juga harapannya. Mungkin harapannya untuk mendapatkan Soojung memang hanyalah sekedar impian di dalam hatinya. Dia dan Soojung sangatlah berbeda. Soojung adalah anak keluarga Jung, keluarga yang sangat terpandang di korea, ayah Soojung adalah seorang pebisnis terkenal dan juga pelukis terkenal di Korea, ayah Soojung  juga pemilik 5 gallery Lukis yang selalu ramai di kunjungi di Korea. hampir setiap orang mengenali ayah Soojung. Sementara Luhan? Ia hanya seorang namja berbakat dengan kehidupan sederhana. Ia tidak memiliki seorang Ayah dan hanya memiliki seorang ibu yang sebenarnya bekerja di kantor ayah Soojung sebagai seorang mananger.

###

“Luhan.. Luhan-ah..” panggil Soojung antusias.

Melihat Soojung berjalan kearahnya, Luhan kaget dan segera menutup papan Lukisnya. Namja ini tidak mau kalau Soojung sampai tahu bahwa ia melukisnya secara diam-diam. Namja ini mencari kain yang bisa menutup Lukisannya. Akhirnya ia menumukan kain itu ada di sebelahnya, dengan cepat ia mengambil kain tersebut dan menutup Lukisannya.

“Luhan-ah..” panggil Soojung sembari memegangi lutut kakinya, dan mengatur nafasnya karna tadi ia berlarian

“waeyo?” Tanya Luhan bingung sekaligus gugup di depan Soojung.

Soojung kemudian berdiri tegap dan memegang bahu Luhan. “baca ini.” Ucap Soojung sembari tersenyum dan memberikan sebuah brosur pada Luhan.

“ige mwoya?” Tanya Luhan bingung sebelum membaca brosur tersebut

“aish.. anak ini banyak Tanya, baja saja.” Titah Soojung kesal.

Akhirnya Luhanpun membaca kertas tersebut  dari awal sampai akhir, setelah membacanya mata Luhan Nampak berbinar tak percaya, sebuah senyuman tipis namun manis terpancar di wajahnya. Namja ini kemudian beralih menatap Soojung yang ada di sebelahnya.

“Soojung-ah, ini…” ucap Luhan terlihat sangat bahagia dan antusias.

Soojung mengangguk sembari tersenyum “ne, Appaku akan membuat sebuah gallery lukis lagi, oleh karena itu ia sedang mencari pelukis hebat untuk di jadikan partnernya. Ya, maklum saja ayahku sekarang ini tidak dapat melukis banyak.” Ucap Soojung

“jadi, kau menyuruhku mengikutinya?” Tanya Luhan dengan wajah yang polos. Soojung kemudian menoyor kepala Luhan

“babo, tentu saja.., aku yakin kau akan terpilih.” Luhan hanya mengangguk sembari memanyunkan bibirnya dan memegangi kepalanya yang sebenarnya tidak terasa sakit.

“ya! Mianhae, apakah sebegitu sakitnya?”

“keureom.. kalau tidak mana mungkin aku memegangi terus kepalaku.” Ucap Luhan yang masih saja berakting kesakitan sembari memajukin bibirnya.

Soojung tersenyum, detik berikutnya ia memegangi kepala Luhan memijat kepalanya lembut. Luhan tersentak karena tiba-tiba saja Soojung memegang kepalanya. Namja ini menatap kearah Soojung dengan ekspresi yang sangat bodoh.

“wae? Mengapa memandangku?” ucap Soojung sembari melepaskan tangannya dari kepala Luhan. Luhan yang saat itu tengah memandangnya seketika langsung memalingka pandangannya dari gadis itu.

“anio, gomawo Soojung-ah.”

###

“Soojung-ah… ige mwoya?” seru Appanya sembari memberikan secarik kertas pada Soojung yang tengah menonton televisi

Soojung kemudian memandang Appanya yang sepertinya tengah marah seraya mengambil kertas tersebut. “ige? Appa.. neon jeongmal baboya…, tentu saja ini surat pendaftaran Luhan untuk menjadi partnermu.” Ucap Soojung enteng, membuat Appanya jadi semakin marah

“ya! Asal kau tau, aku tidak membutuhkan pelukis amatiran sepertinya, aku membutuhkan pelukis handal Soojung-ah.” seru Appanya dengan suara yang semakin meninggi

Soojung menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya “arraso, asal kau tau Appa, Luhan itu sangat berbakat, apakah kau tidak lihat Lukisannya yang ku bawa waktu itu.”

“tcih, itu lukisan terjelek yang pernah kulihat..” ucap Ayahnya seraya berbalik meninggalkan Soojung

“appa, kau tidak berhak mengatai Lukisan sahabatku, menurutku Lukisannya itu sangatlah bagus, bahkan lebih bagus dari lukisanmu.” Seru Soojung sembari berdiri dari duduknya menatap punggung ayahnya.

“mworago? Sepertinya kau telah di butakan oleh anak itu, ingat Soojung-ah.. dia itu tidak pantas dekat-dekat denganmu, aku harap kau akan menjauhinya.” Ucap ayahnya seraya berbalik kembali menatap putrinya.

“ani, aku bicara sejujurnya.. dan jangan harap aku akan menjauhinya.” Ucap Soojung kemudian berbalik dan melangkah menuju kamarnya yang ada di lantai dua.

“baiklah, jika kau tidak mau menjauhinya aku yang akan menjauhkanmu darinya.” Ucap Appanya, yang membuat langkah Soojung terhenti. Yeoja ini mengepal tangannya menahan emosi yang bergejolak di kepalanya.

“terserah kau.” Ucap Soojung akhirnya lalu kembali  melangkah

“dan jangan harap aku akan menerimanya sebagai partnerku.” Ucap ayahnya lagi lalu kini terbalik ayahnya yang melangkah meninggalkan Soojung yang tengah meredam amarahnya.

###

“JR-ya.. ppali.. aku harus segera membeli bahan untuk memasak.” Seru seorang yeoja dengan balutan celana pendek dan kaos putih polos, rambut panjangnya sengaja ia ikat.

Seorang namja kemudian keluar dari sebuah rumah kecil dengan tergesa-gesa, namja itu terlihat sangat manis dari wajahnya, namun penampilannya yang terlihat seperti gangster sangat bertolak belakang dengan wajahnya yang imut itu.

“ne, ne, ne nenek sihir.” Ucap namja yang tadi keluar dari rumah kecil tersebut  dan dipanggil JR oleh gadis tadi.

“aigoo, kau ini sampai kapan akan berbuat tidak sopan padaku hah? Mengataiku nenek sihir, dan tidak memanggilku Noona.”  Gerutu gadis itu

“jangan harap Jiyeon-ssi.” Ucap JR seraya menekankan kata Jiyeon-ssi untuk mengejeknya, lalu ia berlari sebelum Jiyeon akan mengamuk kearahnya.

Jiyeon mendengus seraya tersenyum sinis. “ya! Awas kau Park Jinyoung, kemari kau!!! Akan kuhajar” seru Jiyeon seraya berlari mengejar namja itu .

Brukkk

Tanpa sengaja Jiyeon menabrak seorang namja hingga namja itu jatuh terpingkal di hadapannya, Jiyeon kaget dan bingung harus bagaimana, yeoja ini kemudian berjongkok di pinggir namja itu sembari menggigit kukunya bingung

“Ahjussi.. Ahjussi gwenchanayo?” tanyanya bingung, namun namja itu tak sadarkan diri, membuat Jiyeon semakin takut kalau-kalau ia sudah melukainya. “omo.. masa hanya karna ku tabrak jadi pingsan begini? Memangnya aku mobil apa?” ucap yeoja ini asal di tengah kebingungannya. “aigoo, eotteoke?” ucapnya semakin bingung, akhirnya setelah menimang-nimang, ia memapah namja itu untuk di bawa ke rumahnya.

“Soojung-ah..”ucap namja yang tengah di papah Jiyeon membuat Jiyeon menatap kearah namja itu, namja itu adalah Luhan, ia memang mengucap, tapi matanya menutup, rupanya yang tadi itu hanya igauannya semata. Dari arah sedekat ini akhirnya Jiyeon mengerti ternyata, Luhan sedang mabuk.. pantas saja tadi saat di tabraknya ia langsung pingsan tak sadarkan diri.

Detik berikutnya Jiyeon membuka pintu rumahnya lalu membawa Luhan masuk dan kemudian menidurkannya di kursi panjang. Setelah selesai membaringkannya, Jiyeon menarik nafasnya dalam-dalam. Lalu ia berfikiran untuk meninggalkan Luhan disini saja, karna ia harus menyiapkan makanan untuk makan siang nanti. Namun saat ia akan berdiri dan melangkah pergi tangan namja itu memegang tangannya, mebuat Jiyeon tersentak dan kembali keposisi duduk awalnya sembari menatap namja itu.

“kajima.. jebal..” ucap namja itu lirih, namun matanya masih saja menutup membuat Jiyeon bingung dan tidak tega untuk meninggalkannya, apalagi setelah melihat wajah namja itu sangatlah lemah, dan seperti membutuhkan seseorang untuk menyemangati hidupnya. Tanpa sadar tangan Jiyeon bergerak menuju puncak kepala namja tersebut dan mengusapnya lembut.

“ya! Jiyeon-ah.. kenapa kau masih disin…” Ucap Jr yang tiba-tiba datang dari balik pintu, dengan suara yang keras, namun namja ini tersentak setelah melihat ada seorang namja yang tengah memegang tangan Jiyeon. JR kemudian melangkah mendekati mereka. “nugu?” Tanya JR sembari cemberut dan menunjuk namja yang tengah tertidur di samping Jiyeon sembari memegangi tangan Jiyeon.

Jiyeon menggeleng. “mollayo, aku menabraknya kemudian ia pingsan, karna tidak tega aku membawanya kemari.” Ucap Jiyeon polos

“omo.. kau bodoh sekali Park Jiyeon.” ucap JR sembari mengendus bau alcohol yang berasal dari namja itu. “dia sedang mabuk kau tau? Namja mabuk malah kau tolong.” Gerutu JR tak habis pikir

Jiyeon kemudian menendang kaki JR cukup keras tanpa merubah posisinya yang berada di dekat namja itu, JR meringis kesakitan karena tendangan JIyeon barusan.

“ya! Kau gila? Aku bicara sejujurnya”

“aish… sudahlah, jangan banyak bicara… ini.” Ucap Jiyeon memberikan keranjang belanjaannya pada JR, membuat JR mengkerutkan keningnya bingung. Namun namja ini tetap menerima keranjang belanjaan Jiyeon.

“ige mwoya?”Tanya JR sembari mengangkat keranjang belanjaannya

“babo.” Umpat Jiyeon kembali menendang kaki JR membuatnya kembali meringis kesakitan. “tentu saja itu keranjang belanjaan.” Tambahnya kemudian

JR mendengus kesal “ya! Aku juga tau ini keranjang belanjaan, maksudku untuk apa kau memberikannya padaku.” Seru JR kesal dengan suara yang meninggi. “awww..” teriak JR untuk yang kesekian kalianya karena lagi-lagi Jiyeon menendang kakinya “ya! Mengapa kau selalu menyiksaku.” Teriaknya kesal

“sikeuro.. aku menendangmu agar kau pelankan suaramu…” seru Jiyeon dengan suara pelan dan mata melotot kearah JR

“tsk… dasar nenek sihir.” Umpat JR dan kemudian ia kembali meringis karna Jiyeon kembali menendang kakinya

“sekali lagi kau bicara, habislah kakimu!!” ucap Jiyeon lagi-lagi dengan mata belonya itu melotot kearah JR membuat namja itu bergidig ngeri melihatnya. “sudah sana, pergi.. dan belikan bahan masakan, semuanya sudah ku tulis di kertas, dan kertasnya ada didalam keranjang.” Jelas Jiyeon.

Akhirnya dengan berat hati JR hanya bisa mengangguk pasrah, namja ini kemudian melangkah keluar dari rumah Jiyeon. detik berikutnya ia menghentakkan kakinya ketanah menahan kesal. “aaah.. dasar kau yeoja menyebalkan PARK JIYEON…” gerutunya kesal, lalu kemudian ia mengangkat keranjang belanjaannya menatap kearanjang itu. “aku ini kan seorang namja dan preman pula, lalu kenapa aku harus menuruti perintahnya untuk berbelanja?” ucapnya kemudian, setelah itu kembali menenteng keranjang tersebut di sampingnya. “yasudahlah, apa yang bisa ku perbuat, bila nenek sihir itu sudah marah?” umpatnya, kemudian kembali melangkah menuju pasar.

###

Jiyeon, masih saja duduk di samping namja itu, membiarkannya memegang tangannya, mata Jiyeon masih menatap wajah polos namja itu ketika sedang tidur. Perlahan ia kembali menggerakan tangannya mengelus kepala namja itu.

“Soojung.. Soojung-ah.. jebal…, kajjima.” Ucapnya, membuat Jiyeon tersentak yeoja ini kembali menarik tangannya yang ada di kepala namja itu.

Sedikit demi sedikit, mata Luhan terbuka, jantung Jiyeon berdetak tidak karuan, setelah melihat pergerakan mata namja itu. Entah mengapa ia takut untuk berurusan dengannya.

“Soojung…” panggilnya, sembari menatap Jiyeon. Jiyeon terdiam dengan mata yang melotot lalu menggelengkan kepalanya, dan mengibas-ngibaskan tanganya.

“aku-aku bukan Soojung ahjussi.” Ucapnya dengan polos, Luhan kemudian bangun dari tidurnya, sembari memegangi kepalanya. “ahjussi, Gwenchanayo?” Tanya Jiyeon khawatir. Detik berikutnya namja itu sudah duduk di hadapannya sembari menatap Jiyeon, kedua mata mereka saling bertemu satu sama lain.

“nuguseyo?” Tanya Luhan pada Jiyeon

“namaku Jiyeon, aku menabrakmu tadi lalu kau pingsan.” Jawabnya seadanya

“Mianhae, karna aku telah merepotkan mu Agassi.” Ucap namja itu lalu berdiri dari duduknya. Jiyeon kemudian ikut berdiri sehadapan dengannya.

“ne, apa perlu kuantar? Sepertinya keadaanmu masih sangat lemah.” Ucap Jiyeon menawarkan diri, namun namja itu menolak.

“gwenchana, aku sudah baik-baik saja, maaf jika aku telah merepotkanmu.” Ucapnya kemudian melangkah menuju pintu keluar, Jiyeon hanya bisa menghela nafas panjang sembari memperhatikan punggung namja itu.

“aigoo.. sepertinya ia sedang dalam masalah.” Gumam Jiyeon kemudian menggelengkan kepalanya.

###

Luhan melangkah dengan gontai menuju rumahnya, namja ini kemudian menghentikan langkahnya ketika telah berada di depan jembatan yang di bawahnya itu adalah sungai, namja ini kemudian memegang pagar sungai tersebut, lalu menyenderkan tubuhnya disana. Memandang ke bawah sungai. Kemudian ia memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang menerpa kulitnya. Bayang-bayang dirinya dengan Soojung kembali berputar di benaknya seperti roll film yang berputar. awalnya yang muncul hanyalah kenangan-kenangan manisnya, namun semakin lama kenangan itu berganti dengan kenangan pahit yang di alaminya.

Flashback

Luhan mengepal menahan emosi, setelah mendengar kabar kalau Soojung saat ini tengah berada di bandara menuju parish, ia tak habis pikir kenapa Soojung tiba-tiba pergi tanpa berpamitan padanya. Bahkan Soojung tak memberitahukan soal kepergiannya ini, ia mendengar kabar ini dari eomanya. Mata Luhan Nampak berkaca-kaca. Selang beberapa saat, Luhan berlari meninggalkan rumahnya, dan mengabaikan teriakan ibunya yang memanggil-manggil namanya berkali-kali. Luhan berlari dengan keadaan kacau, Luhan tidak bisa menahan air matanya yang sudah ada di pelupuk matanya, akhirnya air mata itupun jatuh kepipinya. Hingga akhirnya ia berhasil berada di bandara, namja ini berlari-lari mencari sesosok gadis yang di carinya, yaitu Soojung, ia yakin kalau Soojung pasti masih ada di sekitar bandara. Hingga akhirnya ia menemukan Soojung yang tengah mengantri untuk memasuki penerbangan dan memberikan passportnya pada kurir. Dengan cepat ia berlari kearah Soojung, dan menarik pergelangan tangannya sebelum ia menyerahkan pasportnya pada kurir tersebut. Soojung tersentak karna tiba-tiba ada seseorang yang menariknya, ke pinggir antrian. Apalagi ia semakin kaget setelah melihat orang itu adalah Luhan.

“Luhan-ah..” panggil Soojung lirih

Luhan Nampak sedang mengatur nafasnya yang berantakan, karna marah dan capek yang bercampur aduk.

“kajjima.. jebal.” Ucap Luhan sembari menggenggam kedua tangan Soojung

“mianhae… aku tidak bisa” ucap Soojung lirih, wajahnya ia tekuk agar Luhan tidak bisa melihat air matanya yang sudah ada di pelupuk matanya.

“wae?” seru Luhan bingung dan kesal

“ini.. sudah menjadi keputusanku, untuk mengejar mimpiku.” Ucap Soojung yang kini bisa mengendalikan dirinya, yeoja ini menatap kearah mata Luhan yang telah di banjiri air matanya.

“baiklah, tapi .. tapi mengapa kau tidak memberi tauku sebelumnya.”

“kenapa aku harus membertitaumu terlebih dulu?”

“tentu saja aku ini.. aku ini sahabatmu bukan?”

“mianhae, tapi sepertinya aku tidak perlu memberitahumu.., kau bukan siapa-siapaku, selama ini aku hanya menganggapmu sebagai pelukisku, mianhae jika kebaikanku, malah mebuatmu berpikiran yang tidak-tidak tentang hubungan kita.” Ucap Soojung kemudian menghempaskan tangan Luhan yang menggenggam erat kedua tangannya, lalu melangkah meninggalkan Luhan.

“ya! Jung Soojung.. asal kau tau sarangahaeyo” ucap Luhan tiba-tiba

Soojung yang mendengarnya terdiam mematung di tempat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Luhan, air mata yang sedari tadi di bendungnya kini mengalir begitu saja membanjiri pipinya. Setelah itu ia menghapus air matanya.

“maaf, seharusnya kau tidak memendam perasaan itu padaku, kau tidak sebanding denganku.” Ucap Soojung menusuk kedalam hati Luhan. Walau sebenarnya Soojung juga merasakan sakit di hatinya, karna harus mengucapkan kata-kata sekejam itu pada Luhan. Tapi apa yang bisa dilakukannya? Ini agar Luhan membencinya dan melupakannya.

Flashback end

Luhan kemudian menaiki  pagar itu dengan mata yang tertutup. Seorang yeoja berteriak kemudian memeluk tubuhnya dari belakang, membuat Luhan tersentak dan membuka matanya. Namja ini kini mematung di tempat

“jangan melakukan hal gila.. babo…!!” umpat gadis itu yang membuat Luhan tersentak karna di katai babo, oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Namja ini kemudian membalikan tubuhnya menatap gadis yang tadi memeluknya tiba-tiba dan bahkan mengatainya babo. Gadis itu langsung melepaskan pelukannya, setelah Luhan berbalik menatapnya.

“kau? Apa tadi kau bilan? Babo?” ucap Luhan tak habis pikir.

Yeoja yang ternyata adalah Jiyeon itu hanya mengangguk sembari mengunyah permen karetnya. “keureom, kalau bukan babo apalagi? Hanya seorang namja bodoh yang mau bunuh diri.” Ucap Jiyeon ketus.

“mworago? Jadi kau pikir aku akan bunuh diri?”

Jiyeon mengangguk seadanya. “lalu jika bukan bunuh diri apa namanya?”

“babo!” ucap Luhan kemudian menoyor kepala Jiyeon, membuat Yeoja itu terbelalak karna baru kali ini ada yang menoyor kepalanya seperti itu. “aku itu sedang menikmati angin dan menenangkan pikiranku yang kacau.” Tambahnya kemudian

“mwo? Kau ini bodoh sekali, seharusnya jika kau ingin menenangkan diri bukan seperti itu caranya, membuat orang khawatir saja.” Ucap Jiyeon kesal.

Luhan malah tertawa membuat Jiyeon bingung, apa yang di tawakan namja ini? Apakah omongannya ada yang lucu?

“ya! Kenapa kau tertawa.” Tanya Jiyeon pada akhirnya

Luhan berusaha mengendalikan tawanya. Selama 3 hari kepergian Soojung, baru kali ini Luhan kembali tertawa, padahal selama ini ia tidak pernah tersenyum apalagi tertawa, kerjaannya hanya mabuk dan pulang pagi, membuat ibunya khawatir

“apakah kau menyukaiku?” Tanya Luhan ke-PD-an setelah berhasil menahan tawanya.

“mwo? Apakah aku tidak salah dengar? Ya! Ahjussi, aku saja tidak mengenalmu, bagaimana bisa aku menyukaimu.” Ucap Jiyeon tak habis pikir dengan apa yang di lontarkan namja yang tak dikenalnya.

“lalu, jika kau tidak menyukaiku untuk apa kau mengkhawatirkanku, apalagi  sampai mengikutiku kemari hah?” ucap Luhan mengundang amarah Jiyeon memuncak, entah mengapa Luhan sangat ingin membuat yeoja itu marah.

Ekspresi Jiyeon kini semakin kesal pada namja di depannya, itu apalagi sekarang namja itu menertwakannya sangat puas. “aku-aku tidak menyukaimu Ahjussi..” seru Jiyeon kesal, tangannya mengepal berusaha menahan amarahnya.

“mengaku saja, kau menyukaiku kan?” ucap Luhan mndekat kearah Jiyeon.

Bugg….

Jiyeon langsung menonjok perut Luhan, membuat namja itu meringis karna tonjokan Jiyeon sangatlah keras di perutnya.

“dengar ya, sudah untung kau ku tolong, dari tadi aku berusaha menahan amarahku karna ahjussi sedang mabuk, tapi kau malah semakin membuatku kesal.” Ucap Jiyeon lalu pergi meninggalkan Luhan yang meringis kesakitan memegangi perutnya.

“ya! Kau itu namja atau yeoja hah? Dan apa tadi, kau memanggilku Ahjussi? Ya! Kalau kau menyukaiku, akui saja.” Seru Luhan, yang membuat langkah Jiyeon kembali terhenti tangannya kembali mengepal, yeoja ini kemudian kembali melangkah mendekati Luhan. Luhan menatap yeoja di depannya itu.

Bugg

Jiyeon menendang kaki Luhan, membuat namja itu kembali kesakitan “sekali lahi kau berbicara, habislah kau.” Seru Jiyeon menggertakan giginya menahan amarahnya, setelah itu ia kembali meninggalkan Luhan.

Luhan hanya bisa meringis kesakitan akibat yeoja itu “dasar yeoja Dinosaurus..” gerutu Luhan, kemudian mencoba berjalan kembali menuju rumahnya.

###

Esok harinya, Jiyeon pergi ke pasar bersama JR, Jiyeon sebenarnya tidak tau kalau JR kepasar untuk mencuri, yang ia tau JR mengikutinya kepasar hanya untuk menemaninya dan melindunginya selama berbelanja.

“sudah sana.., pergi.. aku akan mengawasimu dari sini.” Ucap JR, Jiyeon mengangguk, kemudian melanglah pergi dari sana menuju seorang Ahjussi  penjual sayur

JR mengarahkan pandangannya ke seluruh penjuru pasar, ia menatap kearah seorang ahjumma yang tengah berbelanja, Ahjumma itu memberikan beberapa uang pada penjual barang yang tadi di belinya, setelah itu ia memasukan dompetnya ke dalam tas yang di bawanya. JR mendekat kearah Ahjumma, itu lalu megnoyak tas ibu itu mencari dompet Ahujemma tersebut.

“Ahjumma, itu ada yang mengambil dompetmu.” Teriak salah satu pedagang disana yang kebetulan mengetahui aksi JR

Ahjumma itu kemudian berbalik kearah JR seiring dengan hal tersebut, JR berhasil mengambil dompet ahjumma itu. Mereka berdua saling tatap, namun akhirnya JR kabur dari ahjumma itu. Jiyeon yang sedang berbelanja tersentak karna banyak orang yang menyerukan nama pencuri. Yeoja ini kemudian menatap kearah kerumunan tersebut, dan melihat JR yang sedang berlari dari kerumunan itu. Jiyeon kaget bukan main melihat sahabat dekatnya yang sudah di anggapnya sebagai adiknya itu di kejar seperti itu. Yeoja ini meninggalkan belanjaannya, kemudian berlari mengejar JR.

JR bersembunyi di bawah kedai, yang sedang tidak terpakai, orang –orang ricuh mencari JR. namun tak menemukannya. Akhirnya mereka bubar dan memutuskan meminta maaf pada Ahjumma itu karna tidak bisa menangkap JR.

Sementara itu Jiyeon baru sampai di tempat tadi orang-orang itu kehilangan jejak JR. tak lama kemudian anak itu muncul, dan kaget melihat Jiyeon ada disana. JR langsung menyembunyikan dompet yang ia curi dari Jiyeon dengan perasaan yang berdebar.

“JR-ya..!! kau mencuri?” ucap Jiyeon menyelidik, secara melangkah mendekati JR.

“aannia.” Bantah JR, namun Jiyeon masih tetap tidak percaya. Detik berikutnya Jiyeon menarik tangan JR yang sedari tadi di sembunyikannya di balik badannya. Jiyeon menatap dompet tersebut.

“kau? Ya! Mengapa kau mencuri?” teriak Jiyeon marah.. Jr terdiam menunduk

“ya! Park Jinyoung, awas jika sekali kau mencuri.” Ucap Jiyeon kemudian melangkah untuk mengembalikan dompet tersebut.

Jiyeon menelusur mencari ahjumma yang tadi telah di curi dompetnya oleh JR. akhirnya ia menemukan ahjumma itu sedang di beri semangat oleh pengunjung pasar. Jiyeon kemudian menghampiri ahjumma itu dan menpuk pundaknya.

“ahjumma ini.. dompet milikmu bukan?” ucap Jiyeon sembari menyodorkan dompet itu pada Ahujumma tersebut.

Ahjumma itu dan beberapa orang disana menatap Jiyeon heran,mereka semua bingung bagaimana bisa Jiyeon mendapatkan dompet tersebut?

“ba-bagaimana bisa kau mengambil dompet ini?” Tanya ahjumma itu.

“aah.. itu, itu aku berhasil menghajarnya, ahjumma.” Jawab Jiyeon di selingi senyumannya.

“gomawoyo, Agassi.. ahh namamu siapa?”

“namaku Jiyeon ahjumma.”

“kalau begitu, kau ikut kerumah ahjumma ya, ahjumma ingin membalas budimu.” Ucap Ahujumma itu sambil tersenyum

“tidak perlu ahjumma, aku harus memasak di rumah untuk kakaku.” Tolak Jiyeon. namun ahjumma itu memaksanya, akhirnya Jiyeon menerimanya juga.

###

Jiyeon melangkah dengan sedikit canggung untuk memasuki rumah seorang ahjumma yang tadi di tolongnya , yeoja ini menatap kesekeliling rumah ahjumma itu, disana terdapat nuansa sederhana namun hangat, rumah ini juga terdapat banyak lukisan-lukisan yang terlihat sangat indah.

“Jiyeon-ah.. masuk dan duduk dulu saja ya.” Ucap ahjumma itu ramah, Jiyeon mengangguk canggung lalu kemudian duduk di kursi tersebut.

Jiyeon menunggu ahjumma itu keluar cukup lama, hingga selang setengah jam seseorang keluar dari ruang tengah,Jiyeon kemudian berdiri dari duduknya. Mata Jiyeon membelo seketika setelah mengetahui siapa orang yang tadi keluar itu. Dia adalah Luhan, ternyata Luhan juga tinggal disini.

“Ahjussi gila?” seru Jiyeon menunjuk Luhan disaat yang bersamaan Luhanpun berseru “Yeoja dinosaurus?” sembari menunjuk kearah Jiyeon

Ahjumma tadi kemudian keluar  mengahampiri mereka berdua. Ahjumma ini Nampak bingung karna anaknya mengenal Jiyeon.

TBC

Wahh.. gimana? Seru gak? Menarik gak? Suka gak? Semoga aja deh ya 😉 o, iya FF ini bakalan keluar setiap hari sabtu

Don’t Forget to RCL 😉

Advertisements
Drawing Of Love [Part 1]

37 thoughts on “Drawing Of Love [Part 1]

  1. queeny97 says:

    Hahaha…. knp jiyi manggil luhan ahjussi?? jelas” muka lulu gege imut gitu kok
    uwwaaa… bkln jd FF yg seru dan penuh pertengkaran yg lucu + romantis antra LuYeon couple niee 🙂
    Daebak!!!!
    sangat ditunggu next part’y chingu~ya
    🙂

  2. ulfatuz1998 says:

    eonni atau aku panggil nissel aja ya 😉
    aku suka sama ceritanya, juga sama jiyeonnya 😀
    pokoknya ceritanya seru 😀
    next secepatnya ya oke 😉

  3. seruuuuuu!!!!
    arghh jadi penasaran.. sebenarnya dari awal jiyen itu sudah suka sama luhan ap belum.. mencurigakan,,
    aigoo kalu luhan tau JR sahabat jiyeon yang mencuri.. bisa2 jiyeon perang dunia ke 5 dengan luhan hahaha *lebay
    tapi luhan dan jiyeonnya menarikk!! lanjut yaa thor ^^

  4. JullieMinhoz says:

    Seru saeng…
    Aigo, Jiyeon ma Luhan baru ktemu udahh perang aja… XD
    Yeoja Dino vs Ahjussi Gila (?) diganti imut aja… Wkwkwkwk

    d’tunggu sangat next part’nya… 😉

  5. angelbesidemey says:

    seru sel xD walaupun aku ga tau siapa itu JR ._.v itu artis baru ya? bener2 gatau -__-” dipto ganteng :3 ditunggu nextnya saeng >< penasaran heheh

    1. aahh.. boong ah.. ancur juga >< hahha.. sebenarnya JR itu udah lumayan lama debutnya, hampir barengan sama anak Exo, JR itu member dari duo grup JJ project, membernya cuman dua orang yaitu JR sama JB 😀 yang lagunya itu bounce.. eoni tau gak?
      hihihi.. JR emang ganteng banget…. imut terus lucu lagi haha 😀
      haha ok deh, tapi maaf ya kalo ancur dan mengecewakan, soalnya aku asal ngetik ini keke 😀

  6. Nitz says:

    Hahaha,seruuu suka ama karakter jiyeon beda disini swag boo,kkk. Pasti soojung pergi krn disuruh papanya,barteran deh klau dia mau pergi pasti luhan diksh kerjaan. Kasian soojung,tp gak tau gmn perasaannnya kpd luhan. Lanjut baca lagi 😀

  7. Wowous03 says:

    Ahjusshi luhan???? wkwkwk, aku nyengari-nyengir sendri ngebacanya.
    Terus aku sukaaaaa banget sm karakter Jiyeon disini, bertolakbelakang tapi tetep aja feelnya berasa,
    soalnya kan jiyeon asli emang bisa taekwondo, jadi nyambung2 aja sm karakter dsini/? wkwk >.<

  8. yeonsoo says:

    waaaaahhh
    jiyeon baik bnget, untung gx ikutan nyuri !!!
    tp knpa JR nyuri ???
    mlah bwt jiyeon marah aj !!!

    wkwkwkwkwk
    msak namja keren kyak luhan d panggil ajushi, pdhl imut” gtu

    next

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s