[Genie] Monggu

poster-monggu

 

Tittle: Monggu

Author: Genie

Main Cast: Kim Jongin & Oh Sehun

Genre: Brothership

Length: One-Shot

Rating: General

Poster: BLINKIE

 

{Haruskah dia mengalah demi yang lainnya? Tapi Oh Sehun adalah magnae! Bukankah seharusnya mereka yang mengalah padanya??}

Derasnya hujan, suara petir yang bersahutan serta kilatan seperti flash kamera yang sesekali tampak dari langit melengkapi suasana gelap malam. Jongin berdiri di depan pagar rumah sewanya, dengan kedua bola mata menatap lurus ke sosok hewan hidup bertubuh mungil dalam kotak kardus di samping pagar, tubuhnya menggigil terkena hujan. Hewan itu memasang wajah meminta tolong pada Jongin, namun yang pemuda itu lakukan malah membuka pagar,  masuk ke dalam rumah, meninggalkan sang hewan mungil di luar.

Gonggongan  di luar terdengar memilukan, mengingat derasnya hujan serta suara petir dia sedikit heran mengapa dia masih bisa mendengar suara hewan itu meskipun letak kamarnya paling dekat pagar. Sekali lagi gonggongan itu terdengar, Jongin bangkit dari posisi tidurnya yang hangat, terlindung dari derasnya hujan dan angin malam.

Diambilnya payung  dari samping pintu, dengan terburu-buru membuka gerbang, tanpa pikir panjang menggendong hewan itu masuk ke rumah bersamanya. Anak anjing kecil berwarna coklat putih, berwajah bulat, bertubuh besar itu tak berhenti menggeliat di panggkuan Jongin yang masih mengeringkan tubuh mungilnya dengan handuk, dia terkekeh kecil.

“Astaga kau sungguh manis, siapa yang tega membuangmu seperti ini huh? Jongin mengangkat tubuh anak anjing yang sudah selesai di keringkan sejajar dengan wajah tampannya.

“Baiklah, malam ini kita tidur bersama, besok kita baru pergi mencari kandangmu” Jongin menjatuhkan tubuh di tempat tidur, memeluk anak anjing hasil temuannya seperti guling.

***

Suara hewan-hewan saling bersahutan, menjadikan suasana toko kecil ini semakin ramai. Jongin masih sibuk berkeliling memilih-milih sebuah kandang untuk hewan barunya.

“Hei Jongin, kau yakin mau memeliharanya?” Kyungsoo ikut meneliti kandang yang di tatap Jongin.

“hmm”

“Aku dan teman-teman  sih tidak masalah, kami malah senang! tapi, kau tau kan Sehunnie tidak menyukai anjing?” tanyanya ragu. Jongin berhenti, tubuhnya berbalik menatap Kyungsoo yang juga tengah menatapnya dengan mata bulat.

“aku..” suara Jongin ikut terdengar ragu.

“mungkin Sehunnie mau mengerti, aku akan bicara padanya. Lagipula, Monggu akan bersama kita di lantai satu, aku pastikan Monggu tidak akan ke lantai dua, apalagi kamar Sehunnie” putusnya, kembali melanjutkan pencarian.

“Monggu? Kau namakan anak anjing itu Monggu?!!”

***

Suasana rumah sewa berlantai tiga mereka memang tak pernah sepi oleh kelakuan abnormal Chanyeol dan Baekhyun, kehadiran Monggu menambah lengkap keramaian rumah.

“Monggu-ah kemari!!” Monggu berlari ke arah Baekhyun, lelaki itu terlihat sangat senang, matanya berbinar seperti anak kecil mendapatkan hadiah baru. Senyumnya mengembang, menambah sipit mata kecilnya.

“Astaga Monggu, kau benar-benar menggemaskan!!”

CEKLEK

Pintu di dekat mereka terbuka. Sontak semua pandangan beralih ke pintu, lelaki putih tinggi, berwajah tampan berdiri di sana menatap Monggu dalam pelukan Baekhyun tajam. Suasana ramai seketika menjadi kelam. Pandangan lelaki itu beralih ke arah Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo dan Jongin bergantian, menuntut penjelasan.

“Sehun-ah maaf, aku menemukannya semalam di luar pagar rumah kita, aku tidak tega jadi aku mengambilnya. Tapi, kau tak perlu khawatir. Monggu tidak akan mengusikmu, akan ku pastikan ia selalu berada di lantau satu” tutur Jongin.

Sehun masih berdiri di sana, menatap datar pada Jongin yang menatapnya memohon pengertian. Pandangannya beralih pada Monggu lagi, anak anjing itu memperlihatkan eskpresi polos nan lucunya berusaha untuk menarik perhatian Sehun, Sehun melangkah masuk, naik ke tangga menuju lantai dua kamarnya tanpa mengatakan sepatah katapun.

Jongin menghela nafas pelan,  tidak menyangka Sehun akan menunjukkan ekspresi sedingin tadi.

“jangan terlalu di ambil pusing, Jongin. Sehunnie memang selalu begitu bila kita membawa atau melakukkan sesuatu yang tidak dia sukai, dia kan Maknae, selalu bersikap semaunya” Chanyeol menepuk pelan pundak Jongini, mencoba menenangkan lelaki berkulit gelap di sampingya, seperti bisa mengerti kecemasan yang sedang melanda Jongin saat ini. Sudut bibir Jongin tertarik ke atas.

“aku tahu.. terimakasih Chanyeol”

***

“ARGHHH!!” sebuah bantal yang di lempar Sehun membentur dinding keras. dia duduk di tepi kasur, mengacak rambut blondenya dengan ekspresi kesal, marah bercampur frustasi. Gonggongan Monggu terus terdengar dari lantai satu membuatnya sulit untuk tidur.

“Monggu mengertilah.. kau tidak boleh berisik, Sehun akan terganggu dan kau tak boleh mengganggu Sehun. Dia mau menerimamu saja sudah baik, jadi kau harus bersikap baik” Monggu menjilat-jilat lengan Jongin, seakan mengerti kata-kata majikannya.

Tanpa Jongin sadari seseorang dari lantai dua memperhatikannya yang sedang  duduk bersila  di depan kandang, memeluk Monggu. Sehun berdiri di tepi tangga, menatap kejadian di lantai satu tanpa ekspresi.

***

Jongin masuk ke kantin kampus, namja itu terlihat sedang tak baik-baik saja. Sesekali dia menguap lebar, rambutnya terlihat berantakan, wajah tampan itu juga terlihat kusut. Jongin mengedarkan pandangan ke penjuru kantin yang saat ini sedang ramai-ramainya, maklum sekarang memang waktu makan siang.

“Kim Jongin!” suara berat Chanyeol terdengar, melambaikan sebelah tangan padanya, Jongin menyeret langkah mendekat.

Hei, are you oke Jongin? Kau terlihat tak sehat?” Kyungsoo menatap khawatir Jongin yang sudah duduk di sebelahnya.

“ada apa denganmu?” tambah Baekhyun yang duduk di hadapan Jongin.

“tidak ada apa-apa aku hanya kurang tidur, Monggu terus menggonggong, aku harus menjaganya semalaman agar tetap diam, khawatir Sehun terganggu..” Jongin menopang dagu di atas meja, matanya terpejam, dia tampak lelah.

“benarkah? Aku tidak mendengar suaranya sama sekali”

“demi tuhan, Park Chanyeol letak kamarmu kan tidak jauh dari kandang Monggu, bagaimana bisa kau tak mendengarnya?!” Baekhyun mendelik ke arah Chanyeol yang duduk di sebelahnya. Chanyeol tersenyum lebar, memamerkan gigi-gigi putihnya, sebelah tangan membentuk tanda V.

Hyung..” suara datar terdengar mendadak, kedua kelopak mata Jongin membuka cepat. Jongin hafal betul suara ini, suara itu bilang apa tadi? Hyung? Oh tidak, pasti ada hal serius kali ini.

Jongin mendongak, mendapati Sehun berdiri di samping tempat duduknya, menatap Jongin datar.

“Oh Sehunnie, ada apa?” Kyungsoo mencoba memecahkan keheningan mencekam yang entah sejak kapan tiba-tiba hadir di antara kelimanya.

Hyung, aku mau bicara padamu. Kita bertemu di rumah nanti sore, aku duluan anneyong” tanpa menjawab pertanyaan Kyungsoo, tanpa menunggu jawaban Jongin, Sehun melangkah menjauh. Sehun benar-benar tanpa ekspresi, ia benar-benar tak ingin di bantah.

Jongin menatap punggung Sehun semakin menjauh, menggigit bibir bawah, ia merasa hal buruk akan segera terjadi.

***

Jongin baru saja membuka pintu, kedua bola matanya membulat kaget. Sehun berdiri di depan pintu kamarnya yang memang paling dekat dengan pintu masuk, tubuhnya di senderkan di dinding, kedua tangan di dalam saku celana. Jongin mengikuti pandangan Sehun yang menatap lurus Monggu di dalam kandang. Anak anjing itu tampak tertidur pulas.

Hyung kau tahu kan aku benci anjing?” Jongin mengalihkan pandangan pada Sehun yang lebih dulu menatap tepat ke dalam manik-manik matanya, datar dan tajam. Jongin sedikit risih di pandang Sehun seperti itu, bagaimanapun ia lebih tua dari lelaki ini tapi entah kenapa aura yang di keluarkan Sehun mengatakan sebaliknya.

“Meskipun aku tak suka, aku tak akan melarangmu memelihara hewan itu” Jongin menarik nafas lega. Mulutnya sudah terbuka setengah namun Sehun mendahului.

“Hanya saja, kau harus memindahkannya ke lantai tiga hyung.. dia tidak bisa terus di sini” Sehun mengalihkan pandangannya pada Monggu lagi, menghindari ekspresi Jongin yang tampak syok.

“Mungkin kau tak tahu, semalam aku tidak bisa tidur mendengar hewan itu terus menggonggong, aku juga tahu kau tak tidur karna harus menemaninya sepanjang malam. Bukankah kita sama-sama terganggu, hyung?” Sehun kembali menatap Jongin yang masih mematung.

“jadi, sebaiknya kau pindahkan hewan itu ke lantai tiga. Menurutku, keadaan akan lebih baik setelahnya. Aku memikirkan kepentingan kita semua hyung, bukan semata untuk diriku saja. Aku harap kau mau mengerti” Sehun menunduk singkat, kaki-kaki panjangnya menaiki tangga ke lantai dua tanpa menunggu jawaban Jongin, lagi.

Jongin mengerjapkan mata, seperti baru sadar dari hipnotis. Monggu menggonggong singkat, anak anjing itu sudah bangun, mencoba menarik perhatian majikannya, Jongin tersenyum lirih memandang hewan menggemaskan di dalam kandang. Jongin sudah terlalu menyanyanginya, tapi kata-kata Sehun memang benar, yang lain mungkin terganggu, hanya saja mereka tak sampai hati mengatakannya seperti Sehun barusan.

***

Malam harinya Jongin baru saja membuka pintu lantai tiga, bulu kuduknya langsung berdiri. Bukan karna suasana horor, tapi karna udara dingin malam. Lantai tiga rumah sewaan merek berbeda dengan dua lantai di bawahnya. Lantai ini terbuka, tanpa dinding-dinding, mereka biasa menggunakannya hanya untuk menjemur pakaian.

“Jongin-ah.. kau yakin mau meninggalkan Monggu di sini?” suara Kyungsoo terdengar dari balik punggung Jongin, pemuda mungil itu memandang kandang Monggu yang di pegangnnya dengan raut khawatir. Udara malam sangat dingin di sini, bila siangpun panas matahari langsung menusuk, sangat cocok untuk menjemur pakaian.

Bahu Jongin terangkat singkat.

“mau bagaimana lagi? Sehun benar, memindahkannya ke sini lebih baik Kyungoo”

“Kau juga befikir begitu? Kalo aku tidak” Jongin hanya diam, dalam hati sendiri sebenarnya menolak. Hanya saja, ekspresi Sehun tadi sore benar-benar mengusiknya.

Kyungsoo meletakkan kandang berisi Monggu di salah satu sudut ruangan, Jongin memasukkan beberapa potong kain ke dalam kandang, berharap Monggu bisa lebih hangat.

“Maafkan aku, Monggu” Jongin duduk bersila, mengusap pelan bulu-bulu lembut Monggu, dia benar-benar tak tega meninggalkan Monggu di sini, udara malam sangat jahat, tubuh mungil Monggu bahkan bergetar akibat angin dingin. Jongin meringis,  Kyungsoo yang berdiri di belakang hanya menatap lirih.

***

Suara langkah-langkah cepat menaiki tangga menuju lantai tiga teredam suara deras hujan tengah malam ini, Jongin membuka pintu kasar,  langsung menuju kandang Monggu. Tubuh anak anjing itu bergetar hebat, tubuh Jongin menegang, ingatannya kembali ke malam di mana ia menemukan Monggu. Persis seperti ini, dengan cepat Jongin memayungi kandang kecil itu dengan payung yang di bawanya, melupakan tubuhnya yang sekarang juga sudah basah kuyup.

“Monggu maafkan aku…” bahkan suaranya tak terdengar, tergantikan hujan yang semakin deras. Jongin hanya duduk di sana, menatap tubuh menggigil Monggu, hatinya seperti di tusuk-tusuk melihat keadaan hewan kesayangannya itu, dia hampir berniat membawa masuk Monggu ketika ingatan tentang Sehun kembali memenuhi kepalanya.

Jongin mengerang. Dilema besar menghampirinya, membawa Monggu kembali ke bawah berarti mengganggu ketenangan Sehun, membiarkan hewan kecil itu di sini sama saja seperti membunuhnya pelan-pelan!

“Monggu, aku benar-benar minta aaf…” Jongin berdiri, melangakah menjauh dari Monggu, payung di biarkan di sana, menutupi kadang Monggu.

***

“Hei Monggu! Astaga kau ini benar-benar tak bisa diam” Baekhyun mengerucutkan bibirnya, pagi ini dia dan Chanyeol mengeringkan tubuh Monggu yang semalaman basah akibat air hujan. Syukurlah, Monggu tidak sakit.

Monggu terus menggeliat, mencoba melepaskan diri dari kedua tangan besar Chanyeol yang memegang tubuhnya, kali ini di kibaskan ekor coklatnya, percikan air melompat ke segala arah.

“hei! hei! Minggu berhenti” Chanyeol menutup mata, menghindari percikan air dari ekor Monggu.

“Monggu kalo kau tak bisa tenang, kau tak akan ku ajak jalan-jalan!” ancam Baekhyun, entah karna mengerti perkataan Baekhyun atau karna dia lelah melawan, Monggu berhenti menggeliat, ekornya menyentuh lantai.

“anjing pintar” Baekhyun tersenyum gemas, kembali mengeringkan bulu-bulu coklat Monggu.

Jongin berdiri tak jauh dari sana memperhatikan ketiganya sambil meminum susu coklat. Perasaannya lebih tenang sekarang, Monggu baik-baik saja. Dari lantai dua, Sehun tampak risih melihat pemandangan di bawah. Kehadiran Monggu, membuat jarak antara dia dan hyung-hyungnya, Sehun ingin bergabung di sana tapi ketidak sukaannya pada Monggu merusak suasana hatinya.

Sehun benci Monggu! Monggu jelas-jelas merebut perhatian hyung-hyungnya. Mereka lebih perhatian pada Monggu di banding dirinnya.

“Sehunnie kau sudah siap? Sebentar lagi kita pergi” suara cempreng Baekhyun terdengar dari bawah.

“Ya hyuuung” dengan wajah murung dia menuruni tangga ke lantai satu.

***

Mereka berlima dan Monggu sampai di sebuah taman luas yang ramai, lebih ramai dari hari biasa karna ini hari minggu. Orang-orang tampak sibuk dengan aktivitas masing-masing, berkeliling mengendarai sepeda, berolahraga, duduk-duduk santai, menyantap sarapan dari kedai-kedai yang ada, atau bermain bersama hewan peliharaan.

“Huaaaah aku mau jajan! Chanyeol, ayo!!”  Baekhyun langsung menarik Chaneyol menuju kedai berisi macam-macam jajanan. lelaki mungil itu langsung bergabung dengan pengunjung lain yang rata-rata anak kecil, Baekhyun jelas tidak risih, dia tampak menikmati dengan eskpresi anak kecil, mata berbinar-binar, mulutnya sibuk meneriaki nama-nama makanan yang di inginkan.

Chanyeol di belakangnya tampak kikuk, tubuh jangkungnya menjulang tinggi di kerumunan anak-anak kecil. dia menggaruk tengkuk belakangnya yang tidak gatal, wajahnya terlihat bingung menatap sekitar. Jongin, Sehun dan Kyungsoo sontak tertawa, walaupun Sehun lebih muda dari Baekhyun tapi dia bersikap lebih dewasa di bandingkan Baekhyun sedangkan Chanyeol, dia hanya mengikuti kemanapun teman baiknya itu pergi seperti pengawal.

“Lebih baik aku kesana menyelamatkan Chanyeol” kata Kyungsoo di tengah tawanya, dia setengah berlari menghampiri Chanyeol yang ekspresinya langsung lega melihat Kyungsoo menghampirinya.

Tiba-tiba tangan kanan Jongin seperti di tarik, dia menunduk. Monggu berlari kesana-kesini tapi tak bisa jauh karna tali yang mengingat di leher yang ujungnya di genggam Jongin erat.

“ah Monggu, aku hampir lupa ada kau” Jongin berjongkok, mengacak bulu kepala Monggu gemas. Sehun melirik ke bawah, kebahagian yang tadi di rasakannya seketika hilang.

Jongin tau-tau meremas perutnya, sadar ada yang salah dengan isi perutnya dia langsung berdiri, di tengoknya sekitar.

“kau mencari apa?” tanya Sehun heran melihat ekspresi Jongin.

“Toilet, aku butuh ke toilet”

“oh, itu di sebelah sana” Jongin menyipitkan mata ke arah yang Sehun tunjuk.

“Ah terimakasih Sehunnie” baru selangkah Jongin berhenti, di tatapnya Monggu dengan wajah bingung.

“apa lagi? Bukankah kau harus ke kamar mandi?”

“iya tapi..” Sehun mengikuti arah pandangan Jongin..

Pertanyaannya terjawab.

“berikan padaku..” Jongin menatap Sehun tak percaya.

“Kau yakin Sehunnie?”

“cepat! Sebelum aku berubah pikiran! Di hentakkan sebelah tangannya tak sabaran, dahinya mengkerut, sebenarnya Sehun tak yakin dengan keputusannya tapi, selain dia siapa lagi yang bisa di titipkan?

“terimakasih lagi Sehun. Aku tak akan lama, kau hanya perlu memegang erat talinya, menertikan?” Jongin menepuk pelan pundak Sehun, memindahkan tali di tangannya ke tangan Sehun. Sehun mengangguk kikuk, Jongin langsung berlari menuju toilet.

Di pandangi nya Monggu yang masih tak bisa diam, ekspresi tak suka tercetak jelas di wajah tampannya.

“kau benar-benar pengganggu” bisiknya tajam.

***

Rumah sewa tiga tingkat mendadak berubah menjadi rumah hantu malam ini. Chanyeol dan Baekhyun, yang biasanya membuat keributan tampak menikmati makan malam mereka dalam hening, begitupun Kyungsoo dan Sehun, seakan sibuk dengan pikiran masing-masing.

Deras hujan seperti malam sebelumnya bahkan tak terdengar, hanya sesekali terdengar dentingan sumpit menabrak mangkuk nasi. Sehun melirik lelaki lain di sekitarnya, dia tak tahan lagi! Ia benci suasana seperti ini.

“maaf… ini semua salahku” suara Sehun memecah keheningan. Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo menghentikan aktifitas mereka, beralih menatap Sehun yang menundukkan kepalanya dalam-dalam. Sehun meletakkan sumpitnya.

“Kalo saja aku bisa—“

“tidak Sehunnie, jangan menyalahkan diri sendiri. Ini bukan sepenuhya salahmu” potong Kyungsoo

“Iya, seharusnya aku tidak kalap begitu melihat kedai jajanan tadi, meninggalkan kau bersama Monggu berdua.. harusnya aku yang menjaga Monggu, bukannya kau Sehun” tambah Baekhyun mencoba tersenyum tulus tapi malah senyum lirih yang di hasilkannya.

“tetap saja hyung, aku yang menyebabkan Monggu menghilang hingga Jongin sedih dan terus mengurung diri di kamar” Sehun menggigit bibir bawah, perasaan menyesal, dan bersalah menggerogotinya sekarang.

“sudahlah Sehun berhenti menyalahkan diri sendiri..  Besok kita akan mencari Monggu. Malam ini aku mau membuat selembaran yang memuat berita kehilangannya dulu, kau tenang saja kita pasti menemukan Monggu. Chanyeol ikut bersuara, mencoba menenangkan ketiga temannya. Meskipun dia sendiri tidak yakin dengan kata-katanya tadi.

Chanyeol kembali menikmati makanannya dengan hening, di susul Baekhyun dan Kyungsoo sedangkan Sehun memandang lirih ke arah pintu kamar Jongin yang tertutup.

Sementara di dalam kamar, Jongin sedang berbaring di ranjang, pandangannya menerawang  ke langit-langit kamar. Sesekali pemuda itu menghembuskan nafas kasar, ekspresi wajahnya semakin sendu.

“Monggu kau di mana?” bisik Jongin nyaris tak terdengar meskipun suasana kamarnya tak kalah hening dengan di meja makan.

***

Sehun melangkahkan kakinya panjang-panjang menuju taman kampus, tampak Chanyeol berdiri menyenderkan tubuh jangkungnya di sebuah pohon dekat bangku, kedua tangannya di masukkan ke saku menatap  Baekhyun dan Kyungsoo yang duduk di bangku. Kedua lelaki mungil itu tampak sibuk dengan kertas-kertas yang mereka pegang.

“Halo Sehun” sapa Chanyeol yang pertama menyadari kedatangan Sehun. Baekhyun dan Kyungsoo mendongak, tersenyum singkat.

“apa itu?” tanya Sehun

“ini?” Baekhyun memberikan sebuah kertas yang sedari tadi di perhatikannya.  Sehun mengamati isi kertas dengan teliti, tampak sebuh foto anak anjing berkulit coklat dan tulisan-tulisan memenuhi kertas.

“aku baru selesai mencetaknya, sekarang kita bagi empat” perintah Chanyeol.

“aku akan menempelnya di sekitar taman” putus Sehun sambil merapikan kertas-kertas miliknya.

“aku berangkat sekarang” Sehun melambaikan sebelah tangannya yang bebas.

“baiklah, kita bertemu di rumah nanti” Kyungsoo balas melambaikan tangan di ikuti Chanyeol dan Baekhyun. Sehun mengangguk singkat, lalu berbalik mulai melangkah pergi. Baru beberapa langkah suara bass Chanyeol terdengar.

“dia tidak masuk kuliah hari ini, anak itu.. apakah kehilangan Monggu benar-benar pukulan berat baginya? dia bahkan baru beberapa hari memelihara anak anjing itu..” Sehun terpaku, perasaan bersalah mulai menggerogotinya lagi. Apakah Monggu sangat berarti untuk Jongin?

***

Sesampainya di rumah, keadaan Jongin sedikit berubah. dia sudah mau makan bersama yang lain di meja makan meskipun keadaan canggung menyelimuti mereka selama makan malam.

hyung maaf ,karna aku Monggu hilang” Sehun mencoba mencairkan suasana canggung. Semua aktifitas berhenti, Jongin dan Sehun bertukar pandang.

“tidak apa-apa Sehun, bukankah dengan kepergian Monggu tidak ada lagi yang terbangun tengah malam karna ia terus menggonggong? Aku rasa, seperti ini memang lebih baik” Jongin tersenyum, malah membuat Sehun merasa semakin bersalah.

Tidak ada yang menyahut, mereka semua tau apa yang di katakan lelaki berkulit gelap itu bohong. Mana mungkin ia baik-baik saja dengan hilangnya Monggu.

“aku sudah selesai makan, Kyungsoo masakanmu selalu enak, aku kembali ke kamar dulu” Jongin berdiri dari duduknya.

“kami sudah menempel kertas-kertas tentang kehilangan Monggu, Jongin. Bersabarlah, Monggu akan segera di temukan”  kata-kata Chanyeol menahan langkah Jongin.

“iya terimakasih..” Sehun terus memperhatikan Jongin yang semakin jauh. Pikirannya kacau, dia benar-benar bingung, apa yang harus dia lakukan.

***

Sudah hampir seminggu, tapi Monggu belum juga di temukan. Keadaan di rumah sewa juga berubah, Jongin jadi penyendiri, dia selalu pulang dan pergi ke kampus sendiri, selain makan dan mandi, dia lebih sering menghabiskan waktu mengurung diri di kamar.

“apa lagi yang harus kita lakukan?” Kyungsoo mengacak-acak rambut, frustasi.  Sehun mengaduk-aduk minuman tak berselera, Chanyeol mematung sambil menopang dagu di atas meja, sementara Baekhyun berkonsentrasi dengan makanannya.

“AH!” pekik Chanyeol tanpa sadar satu tangannya memukul pundak Baekhyun yang berada tepat di sebelahnya hingga lelaki mungil itu langsung tersedak.

“Baeki! astaga!” pekik Kyungsoo panik. Wajah Baekhyun memerah, matanya berair. Sehun memberi minumannya pada Baekhyun.

“oh Baekhyun kau baik-baik saja? maaf aku tidak sengaja” Chanyeol mengusap pelan dada Baekhyun yang sedang berusaha menelan sisa makananya.

“YA! PARK CHANYEOL! Kau mau membunuhku?!!!” Chanyeol menggeser duduknya menjauh, teriakan cempreng Baekhyun sukses menggetarkan gendang telinga siapapun di sekitarnya, lelaki imut itu menatap Chanyeol dengan muka merah padam, seakan lupa mereka sedang ada di kantin kampus dan sukses menarik perhatian seisi kantin.

“aku minta maaf Baekhyun, sungguh.. aku menemukan ide hebat! Aku yakin ide ini bisa mengembalikan Jongin seperti dulu” Chanyeol merajuk, mengeluarkan semua jurus agar Baekhyun melunak.

“apa idemu?” Chanyeol beralih pada Kyungsoo di hadapannya.

“tiga hari lagi Jongin ulang tahun kan?”

“lalu?” senyum Chanyeol merekah, terlalu lebar hingga tampak mengerikan.  Dengan cepat kembali menoleh pada lelaki di sisi kanannya. Baekhyun sudah memaafkannya!

“lalu?” Baekhyun mengulang pertanyaannya dengan sedikit mendongak, sahabatnya yang satu ini memang kelewat tinggi.

“ini yang akan kita lakukan..” Chanyeol menarik tubuhnya dan Baekhyun mendekat kemeja, di ikuti Kyungsoo dan Sehun, semua tampak serius mendengar penjelasan Chanyeol.

“Ide hebat!” Baekhyun meninju pelan bahun Chanyeol dengan mata berbinar.

“kenapa tak pernah terpikirkan olehku..” tambah Kyungsoo melipat kedua lengan di atas meja. Chanyeol senang sekali idenya di terima! dia menatap Sehun meminta pendapat. Hanya Sehun yang belum mengatakan apa-apa.

“Sehun?” Sehun tersentak.

“ya?”

“bagaimana pendapatmu?”

“tentang?” Chanyeol diam, Baekhyun dan Kyungsoo otomatis memutar bola mata ke arah Sehun mendengar jawaban lelaki itu. Apa dia tak mendengarkan Chanyeol tadi? Apa yang sedang di pikirannya?

“ah! Idemu.. aku setuju. Itu ide paling bagus” jawab Sehun kikuk mendapati reaksi seperti itu dari teman-temanya.

“kau yakin?” Chanyeol menatap Sehun.

“kau kan tak suka anjing…” tambahnya hampir berbisik namun cukup jelas untuk di dengar tiga lainnya.

“aku yakin Chanyeol hyuuuung dan biarkan aku yang mencarinya kali ini” senyum Chanyeol merekah lagi.

Sehun hanya mengatakan hal-hal serius bila ia sudah memanggil Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo dan Jongin dengan hyung. Jadi, dia percaya pada dongsaengnya kali ini.

Sangat percaya.

“kau yakin mau mencarinya sendiri?”

“Ya Kyungso hyung” angguknya mantap.

“Baiklah, kami percaya padamu Sehunnie” Sehun membalas Baekhyun dengan senyum singkat. Perasaannya berbanding terbalik dengan apa yang sedang terjadi. dia heran bagaimana bisa dirinya mengajukan diri untuk mencari pengganti Monggu? Bukankah dia benci mahluk sejenis Monggu?

Sehun menghela nafas lemah, tanpa di ketahui yang lain, hati dan pikirannya sedang berdebat hebat sekarang, menimbulkan sensasi tak menyenangkan. Haruskah dia mengalah demi yang lainnya? Tapi Oh Sehun adalah magnae! Bukankah seharusnya mereka yang mengalah padanya??

***

Dua hari kemudian, tepat menjelang malam pergantian hari ulang tahun Jongin, dua lelaki  mungil bersama satu lelaki jangkung sibuk menghias kue di dapur. Sesekali terdengar perdebatan kecil di antara mereka.

“Ya! Jangan tulis di situ! Lebih baik di tambah buah strowberry saja”

“apa kau bilang? strowberry lagi? Baeki-ah kue ini sudah terlalu banyak strowberry. Oh sepertinya perlu ku ingatkan bahwa kue ini untuk Jongin bukan untukmu”

“tapi memang lebih bagus di tambah strowberry Yeolli!”

“tid —“

“HEI! Kalian mau merusak kue buatanku huh?!! Sudah biar aku sendiri yang menyelesaikannya!” Kyungsoo menahan teriakan kesalnya, mengingat ini sudah tengah malam dan mereka mau memberi kejutan untuk Jongin. Dia tidak mau usahanya membuat kue gagal karna tingkah laku kekanakan dua sahabatnya.

Chanyeol dan Baekhyun merelakan Kyungsoo menarik kue yang sudah hampir selesai mereka hias, menatap tajam satu sama lain seperti berkata ini-salahmu!

CKLEK

Suara pintu di buka. Chanyeol dan Baekhyun melangkah cepat menuju pintu menginggalkan Kyungsoo sendiri.

“Kau berhasil menemukannya Sehunnie?” Baekhyun tampak girang melihat sebuah kotak tertutup kain hitam yang bawa Sehun.

“iya, hyung

“Tapi kenapa dia tenang sekali?” Chanyeol berjongkok, sebelah tangan hampir menyentuh kain hitam yang menutupi kotak tapi di tahan Sehun cepat.

“kita lihat bersama-sama saja.. di mana Kyungsoo hyung? Apakah kuenya sudah siap?”

“tentu saja, kau tak perlu khatirkan masalah kue Sehunnie” jawab Kyungsoo seraya mendekat dengan kedua tangan memegang kue lengkap dengan lilin menyala.

Chanyeol berdiri paling depan memegang kenop pintu Jongin, tanpa suara dia memberi aba-aba pada yang lain. satu-dua-tiga!

BRAK!

“SAENGIL CHUKAE URI KIM JONGIN!!!” Jongin tersentak bangun mendengar keributan yang tiba-tiba memekakkan gendang telinganya.

“apa? ada apa” dia terlihat bingung, kesadarnnya belum utuh.

“Saengil chukae Kim Jongin, hari ini kau ulang tahun” Kyungso mengulang kalimat ucapan lebih pelan kali ini, menjatuhkan diri duduk di tepi kasur Jongin, yang lain berdiri di dekat mereka.

make a wish?” Kyungsoo menyodorkan kue hasil buatannya pada Jongin. lelaki itu langsung memejamkan mata sesaat kemudian membukanya lagi, kesadarannya sudah utuh kali ini.

“hitungan ketiga ya” perintah Baekhyun bersemangat.

“satu-dua..”

“Hei! Aku bilang tiga!” protes Baekhyun karna baru hitungan kedua Jongin sudah meniup lilin, tawa yang lain meledak melihat Baekhyun mengerucutkan bibir, persisi anak kecil. Bahkan Jongin yang seminggu ini tampak murungpun tak menahan tawanya.

“sudah! Sudah! Kau ini semakin tua malah semakin menyebalkan. Oh Sehun! Berikan kadonya! Kau, bila masih mengurung diri setelah mendapatkan kado dan kejutan ini, liat saja nanti” ancam Baekhyun.

Tawa mereka berhenti. Jongin menatap datar kotak hitam yang di pegang Sehun, Sehun tampak sedikit ragu mendekat, di gigitnya bibir bawah berusaha untuk lebih tenang.

hyung,maaf… Saengil chukai Kim jongin, hyung” Sehun tersenyum tulus, di ulurkan kota itu pada Jongin.

“sudah berapa kali ku bilang, bukan salahmu dan terimakasih untuk ini” Jongin balas tersenyum tulus menerima kotak yang di berikan Sehun.

“buka! Aku penasaran dengan isinya!” Chanyeol tampak tak sabar. Perlahan Jongin membuka kain menutup. Semua merasa penasaran kecuali Sehun, perasaan bersalah itu lagi-lagi muncul, memacu jantungnya untuk berdetak lebih cepat.

“Monggu?!!” teriak Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo bersamaan. Sehun mengerang, memikirkan alasan apa yang tepat. Sehun menatap Jongin, lelaki itu masih menatap lekat anak anak anjing di dalam kadang dengan bibir tertutup rapat.

“maaf hyung… hari itu Monggu tidak hilang, sebenarnya dia ku titipkan pada salah satu teman kuliahku yang kebetulan sedang di taman juga. Aku tak menyangka bahwa kau akan sesedih ini kehilangan Monggu. Aku benar-benar minta maaf hyung” Sehun memberitahu alasan sebenarnya tanpa berani menatap hyungdelnya, dia merasa sangat bersalah.

“aku benar-benar minta maaf, hyung..” kepalanya semakin menunduk dalam.

“Sehunnie..”

………….

“Oh Sehun!” Sehun mendongak, berjalan mendekat setelah di beri tanda oleh Jongin. Dia kembali menunduk setelah cukup dengan denganJongin, rasa bersalah membuat dadanya sesak, matanya memanas, cairan bening mendesak keluar dari sana.

“terimakasih.. kau mengembalikan Monggu padaku. Ini pasti sangat sulit untukmu juga kan? Setelah kau berikan pada orang lain kau harus membawanya kembali, mengambil resiko tidur nyenyakmu terganggu lagi. Sehun-ah kau sudah dewasa ternyata” Jonginmengacak rambut Sehun sambil terkekeh.

“kau tidak marah padaku hyung?” Sehun menatap Jongin bingung, bukankah seharunya Jongin marah padanya?

“tidak. Aku justru bangga padamu Sehun kau bisa bersikap dewasa sekarang” Jongin terkekeh lagi. Sehun menarik Jongin mendekat, dipeluk hyungnya itu erat, perasaan lega langsung mengalir.

“terimakasih hyung!…” Jongin menepuk lembut pundak Sehun sebagai jawaban.

“astaga sehun, jadi selama ini kau menitipkan Monggu huh?” Sehun melepas pelukannya pada Jongin. Dia hanya tersenyum lebar, memamerkan deretan gigi rapinya sebagai jawaban.

“Sehun ternyata kau sudah dewasa, ah dongsaeng kesayanganku” Baekhyun mencubit kedua pipi mulus Sehun gemas.

“Ya! Byun Baekhyun!”

“apa katamu? hei, panggil aku hyung!”

“HEI! Jongin, lebih baik kau potong saja kue nya sebelum mereka mulai berdebat tak jelas”

Jonginsegera memotong kuenya sesuai perintah Kyungsoo. Bersama, mereka menikmati kue ulanng tahun Jongin sambil mengobrol dan tertawa. Ulang tahun ini bukan hanya memberi kebahagian untuk Jongin yang mendapatkan kembali Monggunya, tapi juga untuk kebahagian semua, mereka medapatkan kecerian rumah ke mbali dan juga untuk Sehun, ia juga mendapatkan lagi  perhatian hyungduelnya.

Meskipun, dia harus kembali menyiapkan diri terbangun tengah malam karna gonggongan Monggu.

***

Sehun bersenandung, memandang refleksi dirinya di cermin lalu memutar kenop pintu kamar mandi dan…

“Guk! Guk! Guk!”

“AARRRRRGH!!!”  Sehun syok, dia mundur cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi melihat Monggu yang entah sejak kapan dan entah bagaimana bisa ada di depan pintu kamar mandinya di lantai dua…

“KIM JONGIN!!!!!” teriakan Sehun menggema di kamar mandi.

Dari lantai bawah, terdengar suara tawa membahana.

—–END—–

A.N:   Alhamdullilaaah, jadi juga nih FF pertama. Cerita ini murni dari aku, sebenernya ini tuh cerpen buat tugas film pendek tapi aku ubah pemeran dan beberapa adegannya. Thanks for reading my FIRST  FF  – Park Genie

Advertisements
[Genie] Monggu

2 thoughts on “[Genie] Monggu

  1. JocelynZhenwei says:

    author ffnya keren^^ monggu hebat banget bisa dpt perhatiannya si abang sekseh kkamjong^^v

    oh iya thor, kenapa membermya ilang satu? lha suho oppa dikemanain thor? o_O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s