Drawing of Love [Part 4]

dol

Tittle : Drawing of love

Author : Park Niyeon (Nissella)

Genre : Romance, sad, Friendship

Lengh : Series

Cast :

  • Xie Luhan
  • Park Jiyeon
  • Park Jinyoung/JR JJ Project
  • Jung Soojung/Krystal

Happy Reading and Hope you like this Story ^^

RCLnya please ;)

Part 4

Jiyeon berjalan menaiki sebuah tangga kayu, yeoja ini kemudian berjalan kesebelah kiri dari tangga tersebut dan memasuki sebuah kamar. Jiyeon tidak langsung memasuki kamar tersebut ia sempat terdiam di ambang pintu kamar sembari menatap sang pemilk kamar. Namja imut itu alias JR kini tengah tertidur pulas di ranjangnya, semenjak kemarin ia tidak keluar rumah dan terus mengurung diri di kamar. Eomanya JR sudah sangat pusing dengan tingkah anaknya itu. Maka dari itu Eoma JR meminta bantuan Jiyeon untuk menemani JR. Jiyeon kemudian masuk kedalam kamar JR dan menutup pintunya rapat. Jiyeon melangkah mendekati ranjang JR. lalu duduk di samping ranjang tersebut. Tangan Jiyeon perlahan beranjang memegangi kening JR mengecek suhu tubuhnya.ternyata JR sudah sembuh. Tiba-tiba mata JR terbuka, namja ini menatap kearah Jiyeon kaget, begitupun dengan Jiyeon.

“JR-ya.. kau sudah bangun?” ujar Jiyeon kemudian mengembangkan senyuman tipisnya.

“kau? Untuk apa kemari?” ujar JR ketus yang membuat senyuman Jiyeon menghilang

“aku-aku mengkhawatirkanmu.” Ucap Jiyeon sembari meremas ujung bajunya, karna gugup

“sekarang kau sudah melihatkan aku baik-baik saja.. jadi kau bisa pergi.” Ucap JR mencoba mengusir Jiyeon secara halus. Jiyeon menggeleng menolaknya

“ini untukmu.” Jiyeon memberikan sebuah kotak berwarna putih pada JR. JR menatap kotak itu bingung, perlahan ia membuka tutup kotak tersebut, terlihat disana sebuah kue ulang tahun yang bertuliskan hangul  ‘Saengil Chukkae gerigo Mianhae’ . JR kini menatap lekat Jiyeon, Jiyeon tersenyum “aku harap dengan ini kau mau memaafkanku.”

Hening….. itulah yang kini terjadi diantara keduanya, Jiyeon hanya menunduk gugup takut kalau JR tidak akan memaafkannya, sementara JR namja itu sama sekali tak berniat berkata apapun ia terus menatap gadis yang tengah menunduk kaku di depannya. Tiba-tiba sebuah kata terpikir dibenaknya.

“gomawo.” Ujar JR yang tidak di sangka oleh Jiyeon, sampai-sampai yeoja ini menatap kearahnya

“benarkah itu? Kau.. apakah kau sudah tidak marah lagi?” ucap Jiyeon kesenangan

JR masih memasang wajah datarnya, namja ini kemudian mendekatkan wajahnya kewajah Jiyeon membuat yeoja itu memundurkan wajahnya. Namja ini kemudian tersenyum “ne.. aku memaafkanmu nenek sihir.” Ucap JR kemudian tersenyum mengeluarkan eyesmilenya.

Namja ini kemudian menjauhkan wajahnya dari Jiyeon. Jiyeon tertawa karna mendengar kata-kata JR barusan, sudah lama sekali ia tidak mendengar nama panggilan itu. Dia sangat merindukan nama panggilan yang padahal selama ini ia benci, tapi kali ini ia menyukainya, ia menyukai saat JR memanggilnya Nenek sihir seperti tadi.

“tumben sekali kau tidak marah ku panggil Nenek sihir?” tanya JR di selingi tawanya

“tentu saja.. untuk apa aku marah.. hari ini aku sedang bahagia.” Jawab Jiyeon dengan wajah dan nada suara yang terdengar sangat bahagia

“jinja? Aahh.. apa karna aku kembali padamu?”

Jiyeon mengangguk JR tersenyum karnanya “selain itu aku juga telah mendapatkan sebuah pekerjaan.” Tutur Jiyeon

“wahh.. benarkah itu? Chukkae” ucap JR ikut senang.

Jiyeon mengangguk membenarkan, kemudian berterimakasih pada JR karna telah memberikannya ucapan selamat.

###

Luhan terududuk di sebuah bangku sembari focus menatap kearah lukisan yang tengah di lukisnya, tangannya yang terampil itu terus mengecat asal kedalam kanvas lukisnya, namja ini terlihat antusias dan emosial ketika mengerjakannya. Tiba-tiba Luhan menghentikan kegiatannya, namja ini kemudian memukul lukisannya sendiri lalu memukul kepalanya sendiri dan menelungkupkan wajahnya pada kanvasnya sendiri. Jiyeon yang tengah duduk sembari menatap Luhan yang tengah melukis sedari itu mulai merasa aneh dan bingung atas apa yang terjadi pada namja itu. Jiyeon menghela nafasnya kemudian beranjak dari bangku yang didudukinya dan menghampiri Luhan sembari menepuk bahunya.

“wae?” tanya Jiyeon, yang membuat Luhan menegakkan badannya dan menatap kearah Jiyeon. Jiyeon terlihat menahan tawanya karna melihat wajah Luhan yang di penuhi oleh cat  air dari lukisannya sendiri.

“aku tidak bisa menyelesaikan ini… ini membuatku pusing.” Jawab Luhan merutuk, Jiyeon tersenyum menahan tawanya, tiba-tiba sebuah ide jahil muncul di kepalanya, Jiyeon tidak akan memberi tahu Luhan tentang apa yang terjadi terhadap wajahnya

“aku rasa jika dalam melukis kau harus tenang, pikirkan sesuatu yang sangat bagus… atau kau bisa melukis diluar kantor ini… ya sebagai pencarian inspirasi.” Ucap Jiyeon memberi pendapat,padahal dibalik pendapat yang di keluarkannya itu Jiyeon ingin membuat Luhan malu di depan banyak orang yang nantinya akan mereka temui di luar ruangan kantor ini.

Luhan tiba-tiba menjentikkan jarinya di depan wajah Jiyeon, yang membuat yeoja itu reflek menjauhkan wajahnya dan mengedipkan matanya .“aaahh… kau benar inspirasi.. itulah yang ku butuhkan sekarang..” ucap Luhan… Jiyeon Nampak tersenyum puas mendengarnya, dengan begitu rencananya untuk mengerjai Luhan akan berhasil.

Dengan gerakan cepat Luhan membereskan semua peralatan lukisnya, dan memasukannya kedalam sebuah tas yang cukup besar.

“Ini bawakan..” titah Luhan pada Jiyeon sembari memberikan sebuah tas besar yang berisi alat-alat lukisnya.

“mwo? Aku ini kan seorang yeoja.. apakah kau tega?” ucap Jiyeon memelas

“ya! Kau disini bekerja sebagai asisten ku bukan? Maka dari itu ambilkan semua peralatanku” ucap Luhan kemudian menarik telapak tangan Jiyeon dan meletakan jinjingan tasnya di telapak tangan gadis itu. Jiyeon terbelalak kesal, sementara Luhan tersenyum manis. Luhan kemudian melangkah mendahului Jiyeon, namun tiba-tiba ia kembali menatap gadis itu “jangan lama.. aku menunggumu di parkiran mobil” ujar Luhan kemudian kembali melangkah meninggalkan Jiyeon disana.

Jiyeon meremas jinjingan tas tersebut, lalu menghempaskannya kelantai dengan kasar. Ia menekankan gigi atas dan gigi bawahnya kesal. “aahhh.. kalau bukan karna ibumu dan juga aku membutuhkan pekerjaan ini, aku tidak akan mau melakukannya… apalagi untuk namja menyebalkan sepertimu.” Gerutu Jiyeon kesal.

###

Luhan berjalan dengan percaya diri yang tinggi di koridor kantor, ia yakin bahwa di kantor ini pasti dia yang tertampan dan termuda, karna hampir setiap  pekerja disini itu berumur tua, dan jarang ada yang seumur dengannya kecuali perempuannya. Setiap Luhan melangkah ia selalu jadi pusat perhatian setiap orang yang di temuinya, dan hampir setiap orang pasti tersenyum saat melihatnya, ya.. seperti saat ini ada tiga orang staf perempuan muda yang tengah menatapnya lalu tersenyum, tapi bukan senyuman manis yang mereka perlihatkan melainkan senyuman seperti cekikikan pelan yang di tahan. Luhan menggeleng melihat ketiga gadis itu.

“aaahh….. Luhan-ah.. pesona dan karismamu sepertinya begitu terpancar….” Gumam Luhan pada dirinya sendiri sembari tersenyum bangga atas dirinya sendiri, namja ini kemudian kembali melangkah menuju parkiran mobil.

Luhan akhirnya sampai di parkiran mobil namja ini menyandarkan punggungnya pada pintu mobil nya yang tertutup sembari menunggu kedatang Jiyeon. selama ia menunggu semua orang yang memandanginya pasti cekikikan seperti apa yang dilakukan tiga staff gadis tadi di dalam kantor. Luhan kembali menggelengkan kepalanya sembari tersenyum bangga, ia masih percaya kalau orang-orang yang tersenyum itu karna mereka melihat pesona dan karisma darinya, padahal mereka seperti itu karna wajahnya Luhan yang sudah seperti lukisan abstrak saja.

Tiba-tiba seorang namja datang lalu menatap Luhan dan tertawa terbahak-bahak, Luhan Nampak bingung melihat namja itu, apakah ia sudah gila? Tertawa sendirian.. ckck.. namja itu kemudian mendatangi Luhan dan menepuk pundak namja itu.

“hey.. apa yang terjadi dengan wajahmu? Apa sekarang juga kau melukis di wajahmu itu? Hahhahhaa” ucap namja itu kemudian kembali tertawa terbahak-bahak.

Luhan kaget mendengar ucapan namja itu, namja ini kemudian menatap kearah spion kaca mobilnya, dan betapa kagetnya ia melihat wajahnya yang benar-benar sudah seperti lukisan abstrak.

“PARK JIYEON……………!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriak Luhan yang membuat laki-lak di sebelahnya yang bername tag ‘KIM JONGIN’  menutup telinganya dengan kedua tangannya.

Jiyeon yang sudah sampai di depan mobil Luhan itu Nampak kaget ketika mendengar teriak Luhan, yeoja ini menjatuhkan tas besar dan juga kanvas yang di bawanya. Lalu menatap kearah Luhan, yang kini tengah menatapnya juga.

“KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU TENTANG WAJAHKU INI HAH??” Teriak Luhan lagi. Jiyeon tertawa terbahak-bahak, begitupun dengan namja yang bernama Kim Jongin itu, ia ikut-ikutan tertawa juga.

“kajja.. akan ku bersihkan..” ucap Jiyeon sembari masih cekikikan kemudian menarik tangan Luhan pergi meninggalkan pegawai bernama Jongin itu tertawa sendirian disana.

###

Jiyeon membawa Luhan kembali kedalam kantor, Luhan Nampak menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karna malu, Jiyeon yang berjalan di belakangnya Nampak cekikikan melihat tingkah laku Luhan. Jiyeon melihat kalau di depan Luhan ada sebuah Tihang, Jiyeon tadinya akan memberitahunya tapi terlampabat Luhan sudah menabrak tihang itu. Jiyeon kembali tertawa terbahak-bahak karnananya, bahkan banyak staff kantor yang menertawakannya, termasuk tiga orang gadis yang tadi Luhan temui.

“aishh.. memalukan.” Geritu Luhan lalu berlari dengan secepat kilat memasuki ruangannya.

“ya! Tunggu aku.” Seru Jiyeon sembari masih cekikikan kemudian berlari mengejar Luhan dan masuk kedalam ruangan. Ketika Jiyeon membuka pintu Luhan sudah berteriak padanya.

“YA! KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAUKU TADI KALAU ADA TIHANG !!??” Teriak Luhan yang membuat Jiyeon menutup telinganya, kemudian menghampiri Luhan yang tengah terduduk di sofa panjang yang biasa ia duduki bila menemani Luhan tengah melukis.

“bisa tidak kau tidak beteriak hah? Bagaimana kalau banyak yang mendengarnya?” ucap Jiyeon menasehati, namun Luhan seperti tak menggubrisnya, namja ini malah memalingkan wajahnya dari Jiyeon

“kau sengaja ingin mengerjaiku?” seru Luhan, dan tiba-tiba ia merasakan tangan Jiyeon menyentuh dagunya, lalu membalikan wajahnya agar menatap Jiyeon, sebuah handuk yang telah di basahi air kini menyentuh wajahnya.

Ya, Jiyeon tengah membersihkan wajah Luhan, Jiyeon terlihat terampil membersihkannya dari pipi Luhan lalu beranjak ke hidung mancung Luhan lalu pipinya yang satu lagi, kedagunya Luhan dan terakhir ke keningnya, Jiyeon menyeka rambut Luhan yang menghalangi kening namja tersebut lalu mulai membersihkan keningnya, Luhan Nampak focus menatap wajah Jiyeon yang sedang sibuk membersihkan wajahnya. Jantung Luhan berdetak sangat cepat, ia merasakan hal yang aneh saat ini, padahal perasaan ini biasanya ia rasakan hanya jika bersama Soojung, tapi kali ini iapun merasakannya dengan gadis di depannya yang tengah membersihkan wajahnya yaitu Park Jiyeon.

“eh… keningmu seperti benjol.” Ucap Jiyeon dan tanpa sengaja ia memencet benjolan yang di akibatkan tadi Luhan membentur tihang.

“AWWW..” teriak Luhan kesakitan

Jiyeon menggigit bibir bawahnya karna merasa bersalah. “Mianhae..” ujarnya merasa bersalah, Luhan meringis dan mempoutkan bibirnya sembari memegangi keningnya yang sakit. “aahh.. aku tau cara agar benjolan itu cepat sembuh..” ujar Jiyeon.

Detik berikutnya Jiyeon menarik paksa kepala Luhan “ya! Ya! Apa yang kau inginkan.” Teriak Luhan ketika di tarik kepalanya oleh Jiyeon.

“diam saja..” ucap Jiyeo, selangkah kemudian Jiyeon menggesekkan ujung rambutnya ke benjol di kening Luhan, Luhan meringis kesakitan ia berteriak-teriak. “ya! Berisik.. kau ini manja sekali.” Seru Jiyeon seraya melepaskan Luhan.

Luhan kembali mempoutkan bibirnya “kau tidak merasakannya.” Seru Luhan seraya mengusap kembali keningnya

“ya! Dulu waktu aku kecil juga eomaku selalu mengobati keningku yang benjol dengan cara seperti itu, agar tidak semakin parah, sudah sukur ku obati.” Ujar Jiyeon

“ya.. baiklah.. gomawo Dino-ssi.” Ucap Luhan sembari mendekat kearah Jiyeon dan tersenyum memperlihatkan giginya.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan Luhan, Luhan segera menjauh dari Jiyeon. Luhan kemudian memerintah orang yang mengetuk pintu tersebut untuk masuk, tak beberapa lama kemudian seorang staff gadis muncul di ambang pintu tersebut.

“Luhan-ssi.. kau di panggil oleh presdire.” Ucap staff gadis tersebut kemudian membungkuk untuk berpamitan.

Setelah mendapat panggilan tersebut Luhanpun pergi menuju ruangan presdire  Jung. Luhan mengetuk pintu seperti biasanya, dan setelah mendapatkan izin namja inipun masuk kedalam ruangan tersebut. Setela berada di dalam Luhan berlutut memberi hormat lalu duduk di kursi sebrang bosnya itu.

“ada apa kau memanggilku?” tanya Luhan to the point

“aku hanya ingin menanyakan apakah Lukisan untuk pameran nanti sudah ada?”  Luhan terdiam ketika presdire Jung mengujar, karna ia belum menyelesaikan satu lukisanpun “ aku ingin kau cepat mengerjakannya, waktu pameran sudah semakin dekat, kau taukanbahwa acara itu sangat penting bagi perusahaan ini..” tutur Presdire Jung, Luhan semakin terlihat menegang mendengarnya “aku harap lukisanmu ini adalah lukisan yang kreatif, dan tidak pasaran.. carilah sebuah inspirasi baru.” Titah Presdire Jung

“ne.. Algesimnida.. aku akan segera menyelesaikannya.” Ucap Luhan kemudian berdiri dari duduknya dan membungkuk. Lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Luhan kembalike ruangannya dengan wajah yang di tekuk, namja ini kemudian duduk di sofa oanjang tepat di sebelah Jiyeon, Luhan meremas rambutnya pusing. Namja ini kemudian menutup wajahnya dengan telapak tangannya sendiri, Jiyeon nampak bingung dengan apa yang terjadi pada Luhan. Jiyeon kemudian menepuk pundak Luhan. Luhan kemudian menegakkan badannya dan menatap ke arah Jiyeon.

“wae geure? apa yang presdire Jung katakan padamu?” tanya Jiyeon

“kau taukan bahwa pameran yang sangat penting untuk perusahaan ini akan segera di gelar?” jawab Luhan dengan nada yang terdengar pesimis. Jiyeon mengangguk tanda bahwa ia mengetahuinya “dan aku yang di tugaskan untuk perlombaan di pameran tersebut.” tutur Luhan

“wae? bukankah itu kesempatan yang bagus? kau bisa menunjukan kemampuanmu.”

“masalahnya sekarang aku sedang tidak memiliki inspirasi, apalagi presdire ingin sesuatu yang baru dan kreatif, bukannya ide-ide lukisan biasanya.” ucap Luhan menceritakan masalah yang tengah terjadi padanya

“Ahh.. jadi masalahnya kreatifitas danispirasi.” ujar Jiyeon, yeoja inipun nampak mengerti dan ikut bingung pula harus memberikan pendapat apa untuk menyelesaikan masalah ini. Jiyeon dan Luhan nampak berfikir disana “aaahh.. aku tau.” seru Jiyeon yang tiba-tiba saja mendapatkan ide dan membuat Luhan kaget karnanya

“apa?”

“bagaimana kalau kita pergi kelaut.. disana kan tempatnya sepi jika musim hujan seperti ini, kau bisa mencari insirasi disana karna keadaan yang tenang dan juga permandangan yang bagus.” tutur Jiyeon memberikan pendapatnya. Luhan nampak memikirkan pendapat tersebut.

“baiklah.. aku rasa idemu itu tidak buruk dan patut untuk di coba, mari kita pergi besok..” ucap Luhan.. Jiyeon nampak bersorak senang dengan begitu ia juga pasti bisa berlibur disana, dan tidak bosan harus terus melayani Luhan di dalam kantor yang pengap seperti ini.

###

Seorang gadis dengan rambut panjangnya, Nampak tengah menatap sebuah foto yang kini tengah ada di genggamannya, sebuah bayangan masalalu muncul di benak gadis ini. Dia adalah Soojung. Soojung terus menatap foto itu, membayangkan saat-saat ia bersama Luhan ketika sedang melukis bersama, ketika Luhan sedang melukis wajahnya, ketika Luhan sedang mengajarinya melukis, ketika mereka sedang bercanda, dan terakhir ketika perpisahan mereka, sema itu sangat menyakitkan bagi Soojung. Sebenarnya ia tidak ingin menyakiti Luhan, Soojung juga tidak mau sampai Luhan membencinya, tapi apa yang bisa ia lakukan? Karena jika ia tidak melakukan hal tersebut, Luhan pasti akan menderita, ayahnua tidak akan membiarkan Luhan menggapai impiannya sebagai pelukis, dan bahkan ayahnya juga akan memecat ibu Luhan. Jadi intinya, Soojung tidak memiliki pilihan lain selain mengorbankan perasaannya sendiri.

“Krystal-ah.. kau sedang apa?” tanya seorang gadis yang tidak jauh cantik dari Soojung

“Suzy? Seperti biasanya aku sedang menatap fotoku dengan Luhan dan membeyangkan semua kenangan indah dan pahit.” Ucap Soojung lirih sembari berusaha memperlihatkan senyuman tipisnya, tapi ia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dari seorang Suzy, gadis itu adalah sepupunya di Amerika. Selama berada di Amerika Soojung memang tinggal bersama Suzy. Detik berikutnya setetes air mata mengalir ke pipi Soojung.

“Don’t worry dear.. you can meet him again in quick time .. ok” hibur Suzy seraya memeluk sepupunya itu mencoba untuk menenangkannya “You just need waiting  for the time” tambahnya.

TBC

Hallo semuanya.. sekali lagi aku mau minta maaf karna aku telat post hehe 😀 dan maaf ceritanya terlalu pendek hihi 😀

Don’t forget to RCL 😉

Advertisements
Drawing of Love [Part 4]

40 thoughts on “Drawing of Love [Part 4]

  1. dan ketika kau kembali bertemu sama luhan semuanya sudah telambat karena luhan sudah bersama jiyeon.. Jadi saran ak soojung-ssi belajarlah melupakan luhan ne? Itu bukan pilihan tapi kewajiban kau yang udh meninggalkan luhan.. Heuh,-
    ah untuk luhan jiyeon jjang!!

    Lanjutannya ditunggu ya

  2. JullieMinhoz says:

    Moment Luhan-Jiyeon sukses bikin ngakak… Hahaha ngebayangin wajah Luhan yg penuh dgn cat… XD

    Soojung suka ama Luhan yahh…?

    Smga Ending’nya Luhan tetep ama Jiyeon… 😀

    d’tunggu next part’nya… 😀

  3. ary novella says:

    gokil bgt jiyeon ngerjain luhan sampe segitu suksesnya ditambah lagi luhan nabrak tihang 😀 hahahaha kesian bgt sih oppa, lagian oppanya juga sih ke geeran hihi 😀 *poorluhan
    kira-kira apa ya inspirasinya? Apa jiyeon? *kepo
    ditunggu eonnie lanjutannya 🙂

  4. queeny97 says:

    huaa,, pendek bgt -_-
    Hunji bakalan liburan brg nihh… assa ^_^
    Luhan mulai lope lope ama ji,
    Soojung… gue harap loe gak gangu Hunji yg lagi buat moment lucu + romatis. Oke!
    Next part ditunggu ^ㅇ^

  5. VaYeon says:

    Muahah<333
    Thor ntar bikin moment yg romantes pas Jiyeon sma Luhan di laut 😀

    Buat Krystal, sudahlah cari jodoh aja dlu baru balik ke seoul/? *plok

    Trus JR sma Krystal line nya sama ya thor? 'A'

    Sipsip, kece thorr '3'
    Dtunggu next partnya

    1. ok siiip 😉 pasti keke ;D
      wkwk iya JR sama Krystal linennya sama, tapi gak tau tuh duluan siapa yang lahir, kalau JR itu 22 september, tapi kalo Kry aku kurang tau hehe 😀

  6. Wowous03 says:

    Semoga pada akhirnya luhen tetep sama jiyeon ya thor, abisnya momen2nya bikin ngakak xD
    wkwkwk, update soon ya thor, fighting! 🙂

  7. Nitz says:

    Ternyata benar soojung disuruh ayahnya ninggalin luhan dan soojung suka jg ama luhan,wuaah menarik nih gmn klau soojung kembali ke korea disaat luhan udh mulai dekat dgn jiyeon?
    Moment luhan-jiyeonnya lucu^^. Akhirnya JR mau memaafkan jiyeon jg^^. Ditunggu lanjutanya

  8. Shika Hazuki says:

    Haduwh …
    Kasian bgt Sojung, berkorban perasaan.
    Ayo Luhan lakukan sesuatu, jangan biarkan cintamu pergi gitu aja.
    Perjuangkan!!!
    Kyaaaa!!!
    #geregetan
    Up date scepatnya ne!

  9. Haewang Chunkhun Yoong Baekseob says:

    Onnie lanjutannya di tunggu banget oennie ! semoga Luyeon couple ya fighting onnie

    Luhan luph Jiyeon 4 ever to gheter
    tapi krystal jangan sampak bad girl ya nie

  10. halo slam.knal admin baru,dtunngu thor next partnya.mw koment soal cinta segitiga yg bkal mw dlanjutin author critanya cma nbak seh..kyanya sooojung bkal ma jr dan ji yeon harus rela korbn praasaan nih bwt dpetin cintanya.. mkasih maaf sok tw k author thank bwt critanya .

  11. chrystallee77 says:

    hahaha….anyeong lam knl
    mian bru sempat koment di part ni..
    moment luhan jiyeon bkin ngakak jiyeon iseng bgt sih lucu klo ngebayangin luhan dikerjain jiyeon haha…
    luhan disini PD jg sih tp emang asli caem sih jd maklum haha..
    JR sabar bgt keren hehe…
    di tunggu next part nya ya…koq lama gak di post hehe…
    q slalu baca FF klo main cast/lead female nya jiyeon hehe..
    Gomawo ^.^

  12. yuli says:

    Soojung jg suka dgn luhan, aduh gawat.
    Soojung jgn hadir dulu dikehidupan luhan, biar luhan cinta dulu ke jiyeon. Hehehe.
    Lanjut thor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s