As High As Eiffel Tower – Chapter 3

aas

Tittle : As High As Eiffel Tower – Chapter 3

Genre : Romance, Sad

Length : Series

Rated : Universal

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • U-Know Yunho
  • Lee Chaeyeon
  • Lee Donghae
  • Other Cast

Author : Irma Yunita Agustina (Kyura)

Twitter : @irmaUnitaA

Disclaimer :

Masih dengan FF yang sama. Ini adalah part kedua, maaf jika kurang memuaskan, dan juga untuk typo. Jangan lupa tinggalkan comment dan juga likenya ya~^^. Happy reading~~^^

 

Previous…

“Bogosipeo (aku merindukanmu), Lee Chaeyeon…”

Chaeyeon tak mampu mengontrol ekspresinya yang begitu kentara menunjukkan rasa kagetnya yang teramat sangat, ia hanya membeku tak bergerak sedikitpun masih dalam pelukan Kyuhyun yang tak lain adalah sepupu dari Yunho, tunangannya.

 

oOo

 

Jika Tuhan benar-benar mendengarkan doa setiap umatnya..

Ia pasti akan mempertemukan kita kembali dengan cara apapun..

Seperti saat ini.. – Cho Kyuhyun –”

 

Cho Kyuhyun’s POV

Ah, sial. Perutku benar-benar sakit, ini semua karena tidak memakan apapun sejak semalam dan juga….. Tapi tak apa, setidaknya hal ini bisa membuat dia memperhatikanku. Kutarik tubuh Chaeyeon kearahku saat kurasakan ia mulai berusaha membuka jaket yang kukenakan. Dengan sekali hentakan, tubuhnya jatuh kedalam pelukanku.

“Yak!. Apa yang kau lakukan!” suara nyaring itu terdengar sangat jelas di telinga kananku. Gadis ini masih tetap saja selalu berteriak padaku. Ya Tuhan, jika kau izinkan aku memeluk gadis ini lebih lama lagi. Kumohon…

“Dingin…” dustaku.

Kurasakan nafasnya mulai tersengal, tapi dia masih terus berusaha melepaskan dirinya.

“Lepaskan aku, ada banyak orang disini” katanya berbisik dengan tegas.

Aku menarik nafas panjang, sungguh aku benar-benar membutuhkan ini, aku tidak bisa menegakkan tubuhku karena sepertinya lambungku dan juga hatiku sudah benar-benar kacau.

“Kumohon, biarkan seperti ini. Sebentar saja, Lee Chaeyeon…” pintaku. “Kumohon..”

Entah memang hanya perasaanku atau memang benar, kini aku tidak lagi merasakan gerakan tubuhnya. Ada apa dengannya?, apakah dia mengizinkanku memeluknya?. Dengan refleks aku semakin mempererat pelukanku, aku tidak ingin kehilangan dia, tapi apa yang bisa kuperbuat jika dia bersama Yunho hyung. Kurasa inilah saatnya aku menyerah setelah 3 tahun.

Tiba-tiba saja suara ponsel itu berbunyi, kurasa miliknya. Benar saja karena pada detik berikutnya ia kembali menggeliat.

“Kyuhyun-ssi…kumohon lepaskan.” Paksanya lagi. Aku hanya diam tak mampu merespon, baru akan kubuka mulut, tapi remasan pada lambungku benar-benar—

“Yeoboseyo? (hallo)

Terdengar suara sapanya pada seseorang. Sepertinya aku tahu siapa itu.

“Oh, oppa. Apa yang sedang oppa lakukan sekarang?”. Benar dugaanku, itu Yunho hyung.

Aku masih mendengar suara Chaeyeon yang menjawab telepon, hingga pada akhirnya bibir itu mulai bergumam. Gumaman yang tak aku mengerti maksudnya.

“Yunho oppa…”

Tiba-tiba saja kurasakan dorongan kuat pada tubuhku yang berasal dari kedua lengan tangan Chaeyeon. Dengan itu spontan kontak diantara kami terputus. Kami saling bertatapan, tapi tatapannya terlalu panik karena entah kenapa ia juga berusaha melihat lurus kedepan seolah sesuatu sedang terjadi diluar sana.

“Wae?” tanyaku dan tak ada respon dari Chaeyeon.

Chaeyeon meraih tasnya yang tergeletak di bangku yang sebelumnya ia duduki, ia kembali menghampiriku.

“Kyu…Kyuhyun-ssi, aku harus pergi. Kau tetaplah disini, sebentar lagi makanan yang kita pesan datang, jadi ka-kau makanlah. Maaf aku tidak bisa menemanimu”

Aku hanya menatapnya bingung, ada apa dengannya?. Dia baru akan melangkah pergi tapi tiba-tiba tanganku memaksa untuk menghentikan langkahnya.

“Ada apa denganmu?, kemana kau akan pergi?. Diluar sedang hujan” tanyaku sambil sesekali menoleh kebelakang, dimana jendela kaca besar yang menampakkan seluruh pemandangan luar terpasang, tak ada apapun disana.

“Lepaskan aku, kumohon” dengan sekali hentakan tangan itu terlepas.

Aku masih menatap sosoknya yang berlari menjauh. Sebenarnya ada apa dengannya?. Aku kembali menoleh ke belakang dan hanya menemukan sebuah lantai atas cafe dimana pada kacanya terdapat tulisan , tidak ada apapun disana dan hanya ada dua orang pria yang sedang melangkah pergi.

‘drrrrtttt…..’

Kuraih ponselku yang sejak kedatangan kami kemari kuletakkan diatas meja. Dua buah pesan masuk, mungkin karena terlalu sibuk dengan siksaan perutku, aku jadi tidak sadar ada pesan yang masuk.

‘Yunho Hyung?’ kedua pesan itu dari Yunho hyung.

Kubuka pesan tersebut dan menggeser layar dengan ibu jariku.

 

  • From : Yunho Hyung

Sent : 17.25

‘Kyuhyun-ah, aku pulang’

 

Yunho hyung?. Dia di Korea?.

 

  • From : Yunho Hyung

Sent : 19.45

‘Kyu, kau dimana?. Aku sedang menikmati kopi di Apgujeong, bisakah kau kemari?’

 

Sial!, jangan-jangan….

Aku segera berdiri dari tempat dudukku dan meraih kunci mobilku di atas meja, tapi tepat saat itu seorang pelayan datang dengan makanan yang telah kami pesan.

“Maaf, tapi aku harus pergi.. jika kurang, aku akan kembali. Ini kartu namaku, kau bisa menghubungiku jika kurang” kataku sambil meleyakkan beberapa lembar uang dan juga kartu namaku di atas meja. Mengabaikan tatapan bingung pelayan tersebut.

“Tuan!” teriaknya saat aku mulai menginjak tangga.

Aku segera berlari keluar menyusul Chaeyeon. Tepat saat di depan pintu masuk aku sama sekali tidak melihat sosoknya. Kutolehkan kepalaku dan pandanganku tertuju pada sosok yang kini terduduk di tepi jalan sambil menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya. Ada apa lagi dengan gadis ini, atau dia bertemu dengan Yunho hyung.

 

oOo

 

Author’s POV

Dengan menahan sakit pada perutnya Kyuhyun berjalan menghampiri Chaeyeon. Gadis itu masih diam, bahunya terlihat bergetar dan darisana Kyuhyun dapat menyimpulkan bahwa gadis itu sedang menangis.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun yang sudah berlutut tepat didepan Chaeyeon.

“Yunho oppa…” gumamnya tanpa mengangkat kepalanya.

“Ada apa dengan Yunho hyung?”

Tak ada jawaban dari Chaeyeon dan justru tangisan gadis itu semakin menjadi.

“Yak…yak!!, sst…lihatlah kau membuat semua orang sekarang menatap kita dengan tatapan aneh” celetuk Kyuhyun yang berusaha membujuk Chaeyeon untuk pergi. “Ayo kita pulang, aku antar kau pulang”

“Andwae!. Shireo! (tidak mau!)” tolaknya.

“Kau bisa mati kedinginan, sebentar lagi hujan akan semakin deras. Lagipula hari sudah semakin gelap”

“Aku tidak peduli!.” Kata Chaeyeon masih kekeuh dengan keinginannya.

‘Dasar keras kepala’ batin Kyuhyun.

“A-ah!, perutku”

Kyuhyun tiba-tiba mengerang kesakitan sambil meremas perut bagian kanannya. Spontan Chaeyeon yang mendengar pekikan Kyuhyun langsung mengangkat kepalanya dan menatap pria yang kini berada di sampingnya itu. Ia dengan cepat menghapus airmatanya

“Yak..hei..” ia menyentuh Kyuhyun dengan jari telunjuknya.

“Argh..sakit sekali” erang Kyuhyun semakin menjadi.

“Yak, a-ada apa?. Apa masih sakit?”

“Bodoh, ke-kenapa kau masih bertanya” jawab Kyuhyun.

“Tu-tunggu, kita harus segera ke rumah sakit!” kini Chaeyeon mulai panik. “Dimana?”

“Apa?”

“Kunci?”

“Aku tidak mengerti” kata Kyuhyun.

“Aish!. Kunci mobilmu!, biarkan aku yang menyetir, ayo kita pergi.”

“Ini” Kyuhyun merogoh saku jaketnya dan menyerahkan kunci mobil pada Chaeyeon.

Chaeyeon langsung berdiri dan berusaha membantu Kyuhyun bangkit. Ia mengalungkan tangan kanan Kyuhyun pada bahunya dan perlahan membopong tubuh pria yang jelas-jelas lebih besar darinya itu.

Tanpa Chaeyeon sadari, seulas senyum terukir di wajah Kyuhyun.

“Aish, kau ini berat sekali” rutuk Chaeyeon yang hanya dibalas dengan senyum tersembunyi Kyuhyun.

“Tenanglah, kita akan segera ke rumah sakit” Chaeyeon mulai menyalakan mesin mobil Kyuhyun.

“Mwo?. Andwae! (jangan). Aku hanya sakit perut biasa karena aku tidak—”

“Wae?! (kenapa). Bukankah perutmu sakit?!. Berhenti mengatakan perutmu sakit karena kau tidak makan, apa kau kira aku bodoh!? Sejak kapan lambung berpindah ke perut bagian kanan dalam beberapa menit!.” Chaeyeon menghentikan mobil.

“Itu, aku…sudahlah kubilang aku baik-baik saja, hanya salah memegang perut. Eoh?” bantah Kyuhyun.

“Apa-apaan kau ini. Araseo kalau kau tidak ingin pergi ke rumah sakit, kita ke rumahmu” Chaeyeon kembali mengemudikan mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang.

“A-apa?, kenapa ke rumahku?. Harusnya kerumahmu” kata Kyuhyun yang bingung.

“Bagaimana mungkin aku membiarkanmu mengantarku kemudian kau pulang dengan wajah kesakitan seperti itu. Lagipula nanti aku bisa saja memanggil taxi atau menelepon oppaku untuk menjemput. Bagaimana jika tiba-tiba rasa sakit di perutmu datang saat kau mengemudi dan terjadi sesuatu padamu atau—”

“Kau mendoakanku celaka!?” balas Kyuhyun.

“Aigoo, pria ini. Yak!, itu hanya perumpamaan!. Kau pikir untuk apa aku jadi dokter jika aku membiarkan orang yang sedang sakit dalam kesulitan!.” Jawab Chaeyeon tak mau kalah.

“Kenapa kau jadi marah padaku—”

“Aigo, sikkeureowo! (berisik!)” Kyuhyun seketika terdiam. “Tidak bisakah kau hanya duduk diam disitu tanpa mengeluh?. Kau ini menyebalkan sekali”

“Baiklah…”

“Dimana rumahmu?”

Kyuhyun mendesah perlahan tapi kemudian mengetikkan alamat rumahnya pada GPS di dashboard mobil sehingga mempermudah Chaeyeon untuk menemukan alamat tersebut.

“Lagipula, aku merasa bersalah karena telah membuatmu tidak memakan apapun hari ini. Kau adalah tamu appa, seharusnya aku memperlakukanmu dengan baik” kini nada bicara Chaeyeon melembut. Ia masih berkonsentrasi dengan kemudinya.

“Aku baik-baik saja..”

“Lagipula kau adalah adik sepupu Yunho oppa. Bukankah kelak kita juga akan menjadi saudara”

Kyuhyun hanya diam, ia perlahan memalingkan wajahnya keluar jendela.

“Ya, saudara. Kita akan menjadi seperti itu..” lirihnya pada dirinya sendiri.

oOo

  • Flashback-

‘Sebuah kecelakaan terjadi di kawasan Gwangjin-gu malam ini pukul 8.00 KST. Sebuah mobil sedan putih yang melaju dengan kecepatan tinggi memasuki kawasan Gwangjin-gu menabrak bagian belakang sebuah taxi yang berjalan dari arah yang sama. Diperkirakan pengemudi mobil sedan yang sedang dalam pengaruh minuman keras mengalami luka cukup serius begitu juga penumpang taxi yang duduk di bagian belakang. Korban dilarikan ke—‘

“Yeo-YEOBOOO!!!”

***

Suasana riuh memecah keheningan tengah malam ruang Unit Gawat Darurat Seoul National University Hospital. Beberapa petugas kepolisian tampak berlalu lalang disekitar loby guna memeriksa saksi dan menunggu hasil pemeriksaan korban.

Sepasang suami istri terlihat berlari kecil menghampiri salah seorang petugas kepolisan yang tengan berbicara pada seorang dokter.

“Saya…tadi..ani..” wanita paruh baya itu mendadak lemas dan jatuh terduduk.

“Nyonya!”

“Yeobo”

Spontan sang suami dan polisi tersebut membawa wanita paruh baya itu untuk duduk dan menenangkan diri pada sebuah bangku panjang di dekat mereka

“Putri tuan dan nyonya mengalami gangguan pengelihatan. Benturan pada bagian matanya membuat nona Lee Chaeyeon harus segera memperoleh donor kornea untuk menyelamatkan pengelihatannya

“Dokter Kim, tolong lakukan apapun untuk menyelamatkan pengelihatan Chaeyeon” pinta tuan Lee sambil menggenggam erat tangan sang istri.

“Saya akan mengusahakan yang terbaik”

“Ya, hyung aku tahu. Aku sudah di rumah sakit!. Baiklah”

Kyuhyun berlari menuju ruang UGD dimana para korban kecelakaan dilarikan dan dirawat. Matanya berusaha menyapu setiap sudut ruangan yang riuh karena beberapa dokter, polisi, dan juga perawat berlalu lalang. Ia datang untuk menemui seseorang yang juga turut menjadi korban sekaligus sebagai penyebab terjadinya kecelakaan.

“Jogiyo (permisi)” tangannya tiba-tiba bergerak menghentikan salah seorang perawat yang dilihatnya.

“Ne, ada yang bisa saya bantu?”

Setelah mendapat penjelasan perawat tersebut Kyuhyun segera berlalu menuju ruang ICU dimana seorang gadis tengah terbaring diatas tempat tidur dengan sebagian bajunya yang berlumuran darah. Ia menatap lirih gadis itu dan berusaha merogoh ponselnya.

  • Hyung, aku menemukannya –

Tulis Kyuhyun pada pesan yang ia kirimkan pada Yunho.

  • Dia kritis –

Itulah lanjutan pesan yang disampaikan Kyuhyun pada Yunho yang berada jauh di Amerika.

“Maaf, apakah anda wali dari pasien tersebut?. Ny. Park Eunsoo?” Tanya seorang perawat yang tanpa Kyuhyun sadari barus saja keluar dari dalam ruang ICU dan menghampirinya.

Kyuhyun tersadar dan menatap wanita berpakaian putih tersebut. “Ne” jawabnya dengan suara parau.

“Apakah anda namjachin—”

“Aniya.. aku adalah sepupunya”

“Ah, ye..baiklah. Pasien kehilangan banyak darah dan membutuhkan pendonor segera” jelas perawat itu. Kyuhyun mengerti dan langsung mengajukan diri sebagai pendonor.

“Biar aku saja” katanya.

“Baiklah, mari ikut saya, saya akan memeriksa apakah golongan darah anda cocok dengan pasien”

“Baiklah. Tapi tunggu. Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Ye, silahkan..”

“Bagaimana keadaan korban lain dari kecelakaan ini. Bukankah ada korban lain?” Tanya Kyuhyun penasaran. Perawat tersebut mengangguk dan memasang wajah menyesalnya.

“Ye, anda benar. Ada dua orang lagi dalam kecelakaan ini, seorang sopir taksi dan penumpangnya. Sopir taxi tersebut hanya mengalami cidera pada kepala”

“Lalu bagaimana dengan penumpang itu?”

“Penumpang tersebut masih belum sadarkan diri, ia mengalami benturan keras dikepala dan kerusakan kornea mata yang membuatnya mengalami kebutaan. Pasien juga sedang menunggu pendonor kornea” penjelasan perawat tersebut sukses membuat Kyuhyun memucat.

“Ireumi nuguseyo? (siapa namanya?)”

“Pasien bermargakan. Lee… Lee Chaeyeon”

  • Flashback End –

oOo

Author’s POV

“Kyuhyun-ssi?”

“Hmmm….”

“Bagaimana kau bisa tahu aku?. Kau bahkan mengenaliku saat di café itu” tanya Chaeyeon.

“Entahlah, aku memang ingat jika itu berhubungan dnegan keluargaku”

“Begitukah?. Tapi aku bahkan bukan bagian dari keluargamu” kata Cheyeon sambil terus berkonsentrasi pada kemudinya.

Kyuhyun hanya diam salah tingkah dan memutar kepalanya menoleh keluar jendela. Ia hanya bergumam sesaat, “Karena kau adalahn kekasih Yunho hyung yang paling jelek dan tidak menarik dibandingkan kekasih-kekasihnya yang lain jadi aku terus mengingat wajah burukmu itu sesuai dengan foto pemberian hyung”

“Apa kau bilang!?” umpat Chaeyeon tidak terima membuat Kyuhyun terkekeh pelan tanpa diketahui gadis itu.

Mobil yang dikemudikan Chaeyeon berhenti tepat di depan rumah pria Kyuhyun. Ia beranjak turun dan membantu Kyuhyun untuk masuk ke dalam rumah dengan memapahnya. Kyuhyun hanya diam dan terus memperhatikan Chaeyeon yang tengah memapahnya. Ia tersenyum melihat gadis yang jelas-jelas lebih pendek darinya itu memapah tubuhnya.

“Hentikan, aku bisa jalan sendiri” gumam Kyuhyun. Sontak Chaeyeon langsung melepaskan tangan Kyuhyun yang menggantung di bahunya.

“Wae!?. Kau ini cerewet sekali. Tidak bisakah cukup diam dan nanti aku juga akan memberimu waktu untuk berterima kasih, jadi berhentilah berbicara,kau berisik”

Kyuhyun diam dan menyunggingkan senyum anehnya kemudian berkata,“Aku hanya tidak tahan melihat wajah jelekmu sedekat ini”

“APA!?” Chaeyeon dengan kesal spontan mendorong tubuh Kyuhyun hingga perutnya membentur pot besar hiasan rumah.

“Argh!” umpat Kyuhyun.

Dengan panik Chaeyeon menghampirinya.“Ka-kau baik-baik saja?”

“Tentu saja tidak..ini benar-benar sakit” rintih Kyuhyun. Dengan cepat Chaeyeon kembali memapahnya masuk ke dalam rumah dan membaringkan Kyuhyun diatas sofa.

“Itu karena kau terus saja berbicara bodoh, rasakan saja itu.”

“Tapi ini benar-benar sakit bodoh… kau ingin aku mati?” protes Kyuhyun.

“Ya jika saja aku bisa membunuhmu sekarang…” jawab Chaeyeon dnegan nada angkuhnya.

“Apakah kau membenciku?. Kenapa kau sepertinya marah padaku.”

“Aku tidak marah padamu” elak Chaeyeon.

“Benarkah, tapi aku merasa kau marah padaku…”

Chaeyeon hanya diam dan mengalihkan pandangannya pada tas miliknya yang ia letakkan diatas meja, “Aku akan mengambil minum, kau…dimana dapurnya?” tanya Chaeyeon.

“Disana” tunjuk Kyuhyun ke arah dapur.

Chaeyeon baru akan beranjak menuju dapur saat tangan dingin Kyuhyun tiba-tiba menghentikan langkahnya.

“Tunggu..” cegah Kyuhyun. Chaeyeon menatapnya bingung.

“Bisakah kau pergi ke kamarku dan mengambilkan obat yang ada di atas meja kerjaku?. Naiklah ke lantai dua kemudian berbeloklah ke kanan, tepat di ujung lorong adalah kamarku. Tolong..” lanjut Kyuhyun.

“Baiklah”

Chaeyeon melepaskan genggaman Kyuhyun pada pergelangan tangannya dan berlalu menuju tangga. Sementara itu tanpa Chaeyeon tahu Kyuhyun hanya menatap sendu tangan kirinya yang baru saja menyentuh tangan Chaeyeon, ia kemudian berdecak dan menutupkan telapak tangannya pada wajah sambil menunggu Chaeyeon.

Kyuhyun’s Room

Chaeyeon berjalan perlahan memasuki kamar Kyuhyun, ruangan bernuansa minimalis itu sempat membuat Chaeyeon terpukau karena keindahan dan detail penempatan setiap barang yang ada. Kamar ini terlalu rapih untuk ukuran pria, batinnya. Ia berjalan mendekati sebuah meja kerja yang terbuat dari kaca dengan sebuah laptop diatasnya. Laptop itu terbuka dengan charger tertempel disana, sepertinya Kyuhyun sengaja tak menutupnya.

Chaeyeon membuka perlahan sebuah laci meja yang berada di samping meja kerja itu dan tak menemukan obat yang dicarinya. Ia mendongak dan menegakkan tubuhnya, seketika ia menyadari bahwa obat tersebut ada dibalik laptop yang seharusnya sudah dapat ia lihat sejak ia masuk ke dalam ruangan itu andai saja dia tetap fokus pada tujuannya masuk kedalam kamar Kyuhyun.

“Ini dia..” katanya pada diri sendiri.

Ia meraih tempat obat yang berada di belakang laptop dan saat itu tanpa sengaja tubuhnya benabrak laptop di hadapannya. Ia terkesiap dan menghentikan gerakannya.

“Aishh…harusnya aku mengambilnya dari sana—oh!”

Laptop putih itu menyala, ada deretan angka bertuliskan ‘Loading’ disana, dan detik berikutnya semua berubah menjadi hal yang cukup mencengangkan bagi Chaeyeon. Ia mendapati fotonya menjadi background dalam laptop tersebut.

“Ini…apa maksudnya ini?” gumamnya bingung.

“Chaeyeon-ah!”

Chaeyeon menoleh mendengar panggilan namanya yang berasal dari Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu.

“Apa yang kau lakukan kenapa lama sekali?. Apa kau tidak tahu tempatn—” tanya Kyuhyun yang kini menghampirinya. Tapi pria itu menghentikan ucapannya saat melihat Chaeyeon tengah berdiri didekat meja kerjanya.

“Aku sedang mengambil obat ini dan tanpa sengaja aku menyenggol laptop milikmu…mianhae” ungkap Chaeyeon. Kyuhyun terdiam segera menutup laptop tersebut.

“Jangan salah paham..ini..ini tidak seperti yang kau pikirkan” jelas Kyuhyun tiba-tiba seolah ingin Chaeyeon mengerti situasinya.

“Bagaimana bisa ada fotoku disana, dan kenapa—”

“Tidak, itu laptop milik Yunho hyung. Aku.. aku meminjamnya” jelas Kyuhyun salah tingkah.

“Ah begitu.. ini obatmu, aku akan mengambilkan air, kau berbaringlah ditempat tidurmu agar merasa lebih baik.”

“Jangan masuk dulu, aku akan mengganti pakaianku”

Chaeyeon beranjak pergi keluar dari kamar Kyuhyun, seketika Kyuhyun menghembuskan nafas leganya. Ia kembali membuka laptopnya dan tersenyum miris. Wajah Chaeyeon dalam laptop itu tersenyum sangat manis, tidak ada paksaan, tapi sayangnya senyum itu bukan untuknya. Kyuhyun tidak sengaja memotret gadis itu beberapa tahun lalu saat bertemu dengannya di rumah sakit. Sayangnya Chaeyeon tidak mengingat hari itu.

Flashback

“Aku buta!. Eomma!!!. Aku tidak bisa melihat apapun, eomma..!!!” suara teriakan gadis dari salah satu ruang perawatan itu terdengar sangat miris. Suaranya sesekali terputus akibat sesenggukan yang timbul dari tangisnya. Airmata gadis itu tumpah ruah saat ia mengetahui bahwa sejak saat itu ia tidak akan bisa melihat indahnya matahari terbit dan terbenam.

“Tenanglah anakku….eomma disini, Chaeyeon-ah” tangisan sang ibu tak kalah menyakitkan, tak ada seorang ibupun yang sanggup melihat putrinya menderita hidup dalam gelap disaat semua orang menikmati putihnya butiran salju di musim dingin. Wanita itu memeluk erat putrinya yang terus meronta.

“Eomma…hiks…aku buta….” lirih gadis bernama Chaeyeon itu tak kuasa menahan kepedihan hatinya.

Chaeyeon sempat mengalami perdarahan hebat di kepalanya setelah kecelakaan beruntun yang menimpa dirinya 2 hari yang lalu. Hidup dan matinya sempat berada diujung tanduk. Gadis itu mengalami luka cukup parah selain pengendara mobil yang menabrak taxi yang ia tumpangi. Dan Chaeyeon harus merelakan kornea matanya tak berfungsi sampai ia mendapatkan pendonor kornea mata yang sesuai.

Dua minggu berlalu begitu cepat, Chaeyeon hanya mampu berbaring diatas tempat tidur bangsal VVIP rumah sakit. Ia melipat kakinya dan memeluk lututnya penuh sesal, matanya mulai berkaca-kaca dan beberapa detik kemudian airmata benar-benar menetes dari sana.

‘Cklek’

Suara pintu itu membuat Chaeyeon terkesiap tapi ia masih tetap tak bergeming dalam posisinya. Tak ada suara dari langkah kaki yang berjalan masuk mendekati Chaeyeon.

“Eomma?” tak ada jawaban.

“Oppa?. Appa?. siapa disana?” masih tetap tak ada jawaban. Sementara itu seorang pria kini tengah berdiri tepat disamping Chaeyeon. Tangannya perlahan terangkat dan menyibakkan anak rambut Chaeyeon yang menutupi sebagian wajahnya tak beraturan.

“Oppa?. Kenapa oppa datang?. Pukul berapa sekarang?” tetap tak ada jawaban. “Kenapa oppa diam saja?”

“Mianhae…” suara itu terdengar berat dan berbeda dari suara yang biasa Chaeyeon dengar sebagai suara sang kakak.

“Oppa…ada apa?. Oppa, aku benar-benar bosan disini, bisakah oppa membawaku berjalan-jalan ke taman?” Tanya Chaeyeon. Tanpa suara pria itu menuruti kata-katanya dan menarik kursi roda mendekat pada tempat tidur dimana Chaeyeon tengah bersiap untuk berdiri. Ia perlahan membopong tubuh gadis itu dan mendudukkannya diatas kursi roda. Tak ada sepatah katapun keluar dari bibir keduanya.

Mereka berdua sampai di taman belakang rumah sakit yang cukup ramai. Udara sejuk berhembus dibalik dinginnya udara musim dingin. Tiba-tiba Chaeyeon merasakan seseorang memutar kursi rodanya.

“Aku…”

“Jika oppa sibuk, oppa boleh pergi, aku akan meminta bantuan perawat nanti” gadis itu masih tak tahu dengan siapa sebenarnya ia berbicara.

“Oppa…” tangan Chaeyeon bergerak dan meraba wajah pria yang tengah berjongkok di hadapannya. Ia perlahan mendekat dan merengkuh leher pria itu kemudian membisikkan sesuatu, “Aku bersyukur eomma melahirkan oppa sebagai kakakku…aku tidak pernah menyesalinya. Saranghae” dan di detik yang sama sebuah kecupan mendarat dipipi pria asing yang Chaeyeon pikir adalah sang kakak, Lee Donghae.

Flashback END

Sementara itu dilain tempat, Chaeyeon yang tengah memasukkan air hangat ke dalam botol mendapati ponselnya terus bergetar disampingnya. Ia menatap layar ponsel tersebut dan segera menempelkan benda berwarna putih itu saat tahu siapa yang sedang menghubunginya.

  • Dokter Im Tae Hyun Calling…–

“Yeoboseyo? (hallo?)” sapa Chaeyeon, “Apakah ada sesuatu hingga paman menghubungiku selarut ini?, Apa?!” tiba-tiba saja Chaeyeon terdiam cukup lama dan ponsel yang ada di tangannya mendadak terlepas dari telinga dan bergelayut di tangan kanannya yang mendadak lemas.

Chaeyeon segera berlari menuju kamar Kyuhyun, ia membuka cukup keras pintu kamar tersebut hingga membuat Kyuhyun yang baru saja mencoba untuk memejamkan matanya terlonjak kaget.

“Ada apa?” tanyanya. Chaeyeon yang terengah-engah menghampiri Kyuhyun.

“Apakah kau mendapat surat dari rumah sakit pagi ini?” Tanya Chaeyeon balik tak menghiraukan pertanyaan Kyuhyun.

“Eo. Wae? (kenapa?)

“Berikan padaku?” titah Chaeyeon, tapi tiba-tiba saja Kyuhyun terdiam dan keningnya berkerut. Kini wajahnya berubah dingin. Ia berdiri dari tempat tidurnya.

“Untuk apa?. Kau tidak perlu tahu”

“Aku diperintahkan appa untuk bertanggung jawab penuh atas kesehatanmu”

“Kau tidak perlu tahu!”

Tiba-tiba saja Chaeyeon menghampiri tas Kyuhyun dan mengeluarkan semua isi di dalamnya, ia menatap sebuah amplop putih yang barus saja keluar dari dalam tas tersebut dan segera memungutnya. Sementara itu Kyuhyun tak tinggal diam, ia langsung menghampiri Chaeyeon dan menarik tangan gadis itu. Seketika Chaeyeon terhuyung dan kini mereka saling berhadapan satu sama lain. Kyuhyun dengan wajah dinginnya menatap Chaeyeon dalam diam, sementara Chaeyeon meringis kesakitan karena genggaman Kyuhyun pada pergelangan tangannya.

“Le—lepaskan aku” pinta Chaeyeon.

Kyuhyun tak merespon dan justru ia semakin memperkuat genggamannya, “Sakit..” rintihan itu keluar dari bibir Chaeyeon. Mereka saling berpandangan. Chaeyeon merasa ada yang aneh dari Kyuhyun, tapi ia tak bisa memikirkan apapun saat itu, yang ia pikirkan adalah pergelangan tangannya yang terasa sakit dan juga amplop berisi hasil kaboratorium Kyuhyun.

“Dengar, kau tidak perlu tahu apapun tentangku. Kau hanya orang asing, dan aku tak peduli bahwa kau adalah calon istri Yunho hyung atau siapapun.” Gumam Kyuhyun terdengar sangat menakutkan.

“Lepaskan!” dengan sekali hempasan kuat, tangan Kyuhyun terlepas dari tangan Chaeyeon. Dan tiba-tiba saja Chaeyeon terdiam saat melihat sebuah benda berwarna silver yang baru saja terlepas dari tangan Kyuhyun yang sejak tadi mengenakan cardigan.

“Itu..” gumam Chaeyeon

Kyuhyun mengikuti pandangan mata Chaeyeon. ia juga terlihat kaget, ia baru akan bergerak mengambil gelang rantai tipi situ tapi tangan Chaeyeon dengan cepat menahan tubuhnya.

“Kau…Mr.Chocolate?”

To Be Continue…

Advertisements
As High As Eiffel Tower – Chapter 3

4 thoughts on “As High As Eiffel Tower – Chapter 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s